Skip to main content

Posts

Leluhur Orang Palembang

Suku Palembang merupakan salah satu suku yang unik di Indonesia. Secara fisik, banyak orang Palembang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan orang Cina. Secara bahasa, bahasa Palembang merupakan bahasa Melayu berlanggam 'o, berbeda dengan bahasa Melayu hulu Musi yang berlanggam 'e dengan banyak kosa kata yang sama dengan bahasa Jawa. Dengan keunikan tersebut, banyak hipotesis tentang asal usul dan leluhur orang Palembang.

Distribusi Genetika y-DNA Papua

Warna kulit gelap pada orang Papua menyebabkan orang Papua dianggap memiliki kekerabatan dengan orang Afrika dan Dravidia. Padahal, penelitian genetika kemudian menunjukkan ketiga bangsa ini memiliki hubungan yang sangat jauh. Orang Dravidia ternyata merupakan saudara dari bangsa Indo-Eropa, demikian pula hubungan orang Papua dengan orang Indonesia lainnya justru lebih dekat.

Genetika Maternal Australia

Australia merupakan salah satu misteri dalam perkembangan manusia. Dalam teori Out of Afrika, Australia memiliki DNA yang lebih tua dari India. Australia memiliki mtDNA M,N dan R yang tua, sementara India tidak memiliki N, bahkan mt-DNA M dan R di India jauh lebih mudah dari Australia.

Genetika Oseania

Bulan ini terjadi penembakan yang dikabarkan menewaskan 31 orang pekerja di Nduga, Papua. Penembakan diduga dilakukan oleh separatis Papua. Separatis Papua mengklaim bahwa mereka bagian dari bangsa Melanesia yang berbeda dengan bangsa Indonesia. Bagaimana menurut kajian ilmiah?

Genetika Ibu Tai Kadai

Masyarakat Asia Tenggara secara umum dapat dikategorikan atas kelompok bahasa Austronesia, Austro-Asiatik (Mon Khmer), Tai Kadai, Sino Tibetan dan Hmong Mien. Penutur Tai Kadai (Kra Dai) tinggal di Cina Selatan, Pulau Hainan, Indo Cina dan India Timur Laut. Jumlah penutur diperkirakan 90 juta, 60%nya adalah penutur bahasa Thai. Bahasa lain dengan penutur terbanyak adalah Lao.

Marga Pelepat

Pelepat adalah marga yang terletak di Kabupaten Bungo. Dalam Peta Belanda tahun 1910 disebut Rantau Keloyang. Dalam masyarakat disebut Kampung Kasang, dusun tuo yang ditinggalkan.

Marga Pemayung

Ada dua marga Pemayung, yakni Marga Pemayung Ulu dan Marga Pemayung Ilir. Marga Pemayung Ulu berbatasan dengan Marga Mestong, Marga Batin 5, Marga Pemayung Ilir, Marga Marosebo Ilir, Marga Tungkal Ulu dan Sumatera Selatan.Wilayahnya saat ini terletak di Kabupaten Batang Hari Jambi.

Agama Kurgan

Kepercayaan Yamnaya (Pit Grave / stepa Pontic Caspian), Proto Tocharian, Proto Anatolia, Proto Hellenic ternyata sama dengan akar agama Hindu. Agama-agama ini dapat diklasifikasikan sebagai agama Kurgan.

Gotra dan Saudara

Sebelum masuknya Islam di Indonesia, masyarakat Sumatera merupakan penganut Hindu yang taat. Salah satu ajaran Hindu yang mengakar yang hari ini masih dilestarikan melalaui suku atau marga. Pernikahan sagotra yang ditabukan agama Hindu, masih dilestarikan dalam bentuk larangan kawin sesuku atau kawin semarga.

Perantau Minang di Sumatera Timur

Tanah Minangkabau merupakan salah satu wilayah yang padat karena kesuburan daerahnya yang ditunjang fasilitas pertanian serta pertambangan yang didukung kekayaan mineralnya. Tetapi kesuburan dan kekayaan tersebut menjadi meredup pada saat masuknya Islam ke pesisir Sumatera Timur, karena produk yang dihasilkan negeri ini bukan lagi merupakan produk unggulan perdagangan masa itu, yakni merica atau lada.

Marga Tungkal Ulu

Tungkal Ulu adalah suatu marga yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi.Marga Tungkal Ulu berpusat di Merlung yang saat ini meliputi Kecamatan Merlung, Kecamatan Ranah Mendalau dan Kecamatan Muara Papalik.

Kerajaan Batas

Pada saat Portugis menguasai Malaka, ada dua kerajaan yang beribukota Pane, yakni Aru dan Batas. Kerajaan Batas tidak pernah terpublikasi, keduanya selalu dikaitkan dengan Aru.

Rumpun Bahasa Malayic di Ethnologue

Belum ada pengkategorian yang sempurna untuk bahasa-bahasa Austronesia karena penutur bahasa Austronesia (Bahasa Austrik Kepulauan) yang dinamis dalam pemecahan dari bahasa induknya melompat ke lingkungan di luar bahasa induknya dan saling berinteraksi. Salah satunya rumpun Malayic yang tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara, meski basis utamanya Pulau-Pulau Jawa Kuno (Ujung Tanah, Jawa Kecil, Jawa Besar).

Silsilah Sailendra dan Pandya

Asal usul Sailendra dipertanyakan, ada yang menduga dari India, dari Kamboja dan dari Sumatera asli. Pendapat dari nusantara asli karena dalam prasasti-prasastinya menggunakan campuran bahasa Melayu Kuno, Jawa Kuno dan Sanskerta.

12 Rumpun Etnis di Sumatera

Pulau Sumatera pernah disebut Jawa Kecil dan Bumi Melayu. Sebutan Bumi Melayu ini seakan klop dengan etnis yang mendiami pulau ini yang mayoritas merupakan etnis Melayu. Tetapi, sesungguhnya Sumatera terdiri dari beragam etnis.Ada 12 rumpun etnis di Sumatera.

Share Like