Skip to main content

Posts

Showing posts matching the search for marga

Bahasa Krama

Salah satu keunikan bahasa di Jawa adalah penggunaan Bahasa Krama. Bahasa Krama menjadi bahasa yang wajib digunakan oleh penutur bahasa Jawa untuk keperluan penghormatan / langgam halus.

Marga Pelepat

Pelepat adalah marga yang terletak di Kabupaten Bungo. Dalam Peta Belanda tahun 1910 disebut Rantau Keloyang. Dalam masyarakat disebut Kampung Kasang, dusun tuo yang ditinggalkan.

Marga Pemayung

Ada dua marga Pemayung, yakni Marga Pemayung Ulu dan Marga Pemayung Ilir. Marga Pemayung Ulu berbatasan dengan Marga Mestong, Marga Batin 5, Marga Pemayung Ilir, Marga Marosebo Ilir, Marga Tungkal Ulu dan Sumatera Selatan.Wilayahnya saat ini terletak di Kabupaten Batang Hari Jambi.

Gotra dan Saudara

Sebelum masuknya Islam di Indonesia, masyarakat Sumatera merupakan penganut Hindu yang taat. Salah satu ajaran Hindu yang mengakar yang hari ini masih dilestarikan melalaui suku atau marga. Pernikahan sagotra yang ditabukan agama Hindu, masih dilestarikan dalam bentuk larangan kawin sesuku atau kawin semarga.

Marga Tungkal Ulu

Tungkal Ulu adalah suatu marga yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi.Marga Tungkal Ulu berpusat di Merlung yang saat ini meliputi Kecamatan Merlung, Kecamatan Ranah Mendalau dan Kecamatan Muara Papalik.

Kampung Naga Saribu

Ada banyak silsilah tentang marga Harahap di antaranya Harahap yang merupakan putera Rimbang Saudara. Tetapi, kebanyakan orang-orang Marga Harahap sendiri menulis awal marganya dari Ompu Raja Sodungdangon di Nagasaribu.

Asal Usul Kata Panai atau Pane

Panai adalah salah satu suku yang dominan di bagian selatan Sumatera Barat, yakni Silungkang, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan selain itu terdapat juga di Lima Puluh dan Tanah Datar.Nama Panai juga terpakai pada marga yakni marga Pane pada masyarakat Toba, Padang Lawas dan Simalungun. Sebagai kesatuan politik, pernah dipakai sebagai nama Kerajaan dan kesultanan dan secara geografis administratif dipakai sebagai nama tempat dan kota. Dari mana asal kata panai.

Suku-Suku di Minang dan Negeri Terkait

Di Sumatera ada dua suku bangsa yang khas karena memiliki system clan, yakni Batak dengan marganya dan Minang dengan sukunya. Selain persamaan tersebut, etnis yang bersuku memiliki bahasa yang bermiripan, demikian pula dengan etnis yang bermarga. Oleh karenanya, seluruh etnis bersuku diklaim Minang dan seluruh etnis bermarga diklaim Batak. Ada pro kontra di balik itu.

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Rangkuti

Marga Rangkuti termasuk marga Mandailing yang lebih sedikit dibandingkan marga-marga Mandailing lainnya seperti Lubis dan Nasution. Padahal, mereka bersama-sama marga Pulungan lebih dulu satu abad daripada Marga Lubis dan dua abada daripada Marga Nasution.Bersama-sama Marga Pulungan, merekalah pendiri kerajaan pertama di Tanah Mandailing.

Hakikat dan Pengertian Marga

Di Indonesia, setiap hari kita mendengar kata marga.Meningkatnya peran orang Batak menyebabkan istilah ini tidak lagi terasa asing.Tetapi, di samping penggunaan etnis tersebut, kita juga mendengar kata-kata Bina Marga dan Jasa Marga yang digunakan PU, serta istilah marga dalam administrasi pemerintahan.

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Nasution

Nasution merupakan salah satu marga utama di Mandailing. Merupakan salah satu dari empat marga besar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa hanya Siregar yang asli eksodus dari tanah Batak. Sementara Lubis merupakan campuran dengan etnis Lubu, Harahap dari etnis Ulu. Rangkuti, Parinduri dan Mardia dari Minangkabau. Bagaimana riwayatnya etnografis Nasution?

Share Like