Skip to main content

Posts

Showing posts matching the search for mandailing

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Rangkuti

Marga Rangkuti termasuk marga Mandailing yang lebih sedikit dibandingkan marga-marga Mandailing lainnya seperti Lubis dan Nasution. Padahal, mereka bersama-sama marga Pulungan lebih dulu satu abad daripada Marga Lubis dan dua abada daripada Marga Nasution.Bersama-sama Marga Pulungan, merekalah pendiri kerajaan pertama di Tanah Mandailing.

Kontroversi Tapanuli atau Batak

Suku bangsa Mandailing, Angkola dan Toba pada dasarnya dapat dijadikan rumpun etnis berdasarkan persamaan bahasa. Nama yang sudah umum untuk rumpun tersebut adalah Batak. Tetapi, kemudian muncul Deklarasi Mandailing bukan Batak. Benarkah deklarasi tersebut?

Marga Nasution

Nasution merupakan salah satu marga utama di Mandailing. Merupakan salah satu dari empat marga besar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa hanya Siregar yang asli eksodus dari tanah Batak. Sementara Lubis merupakan campuran dengan etnis Lubu, Harahap dari etnis Ulu. Rangkuti, Parinduri dan Mardia dari Minangkabau. Bagaimana riwayatnya etnografis Nasution?

12 Rumpun Etnis di Sumatera

Pulau Sumatera pernah disebut Jawa Kecil dan Bumi Melayu. Sebutan Bumi Melayu ini seakan klop dengan etnis yang mendiami pulau ini yang mayoritas merupakan etnis Melayu. Tetapi, sesungguhnya Sumatera terdiri dari beragam etnis.Ada 12 rumpun etnis di Sumatera.

Marga Harahap

Marga Harahapmerupakan salah satu dari empat marga terbesar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa Siregar adalah murni eksodus Batak, sementara 3 marga besar dan sejumlah marga kecil lainnya berasal dari suku asli, yakni Lubis dari suku Lubu, Harahap dari suku Ulu dan Nasution dari campuran orang-orang pesisir berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Sementara pendapat lain, Harahap adalah kula Batak Kasta Ksatria dari Jati CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) dari gotra BORBOR.  Bagaimana riwayat penyebaran etnografis Marga Harahap?.

Marga Lubis

Marga Lubis merupakan salah satu dari empat marga terbesar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa Siregar adalah murni eksodus Batak, sementara 3 marga besar dan sejumlah marga kecil lainnya berasal dari suku asli, yakni Lubis dari suku Lubu, Harahap dari suku Ulu dan Nasution dari campuran orang-orang pesisir berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Pendapat lain, Lubis adalah kula batak varna Ksatria dari Jati CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra Borbor. Bagaimana riwayat penyebaran etnografis Marga Lubis?.

Batara Sinomba

Sebagian kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur yakni Kotapinang, Panai, Bilah, Kualuh dan Asahan menyebutkan leluhur raja-raja mereka adalah Batara Sinomba. Siapa Batara Sinomba?

Sumber Tertulis tentang Panai

Pannai merupakan negeri yang bertebaran lokasinya, mulai Pulau Panay di Filipina, Panai di Solok Selatan, Pane di Simalungun, Panai di Labuhan Batu dan Batang Pane di Padang Lawas. Di mana lokasi Panai berdasarkan sumber tertulis

Suku-Suku di Minang dan Negeri Terkait

Di Sumatera ada dua suku bangsa yang khas karena memiliki system clan, yakni Batak dengan marganya dan Minang dengan sukunya. Selain persamaan tersebut, etnis yang bersuku memiliki bahasa yang bermiripan, demikian pula dengan etnis yang bermarga. Oleh karenanya, seluruh etnis bersuku diklaim Minang dan seluruh etnis bermarga diklaim Batak. Ada pro kontra di balik itu.

Misteri Dewa Syahdan

*Sebuah hipotesis tokoh sejarah*
Dewa Syahdan adalah pendiri Kesultanan Langkat, yang bersama-sama Kesultanan Siak, Kesultanan Bulungan dan Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan negeri paling makmur di Hindia Belanda. Kesultanan Langkat makmur karena hasil karet dan minyaknya. Tetapi perjalanan sejarah menyebabkan nama kesultanan ini kemudian kalah pamor dengan Kesultanan Deli. Demikian pun, Dewa Syahdan sebagai tokoh sejarah yang pernah besar pada zamannya menjadi terlupakan dan simpang siur.

Share Like