Skip to main content

Posts

Showing posts matching the search for gayo

12 Rumpun Etnis di Sumatera

Pulau Sumatera pernah disebut Jawa Kecil dan Bumi Melayu. Sebutan Bumi Melayu ini seakan klop dengan etnis yang mendiami pulau ini yang mayoritas merupakan etnis Melayu. Tetapi, sesungguhnya Sumatera terdiri dari beragam etnis.Ada 12 rumpun etnis di Sumatera.

Suku Mantir

Suku Mantir atau menurut logat aceh Suku Mante adalah salah satu dari 2 rumpun etnis yang dulu mendiami pulau Perca, yakni Etnis Jawa/Melayu yang mendiami pegunungan dan etnis Mantir/Lerca yang mendiami rawa.

Peran Kesultanan Aceh dalam Penyebaran Islam

Penetapan titik nol peradaban Islam di Nusantara di Barus oleh Presiden Jokowi mendapat respon negatif dari masyarakat Aceh, mulai dari BEM Ar Raniry, Rektor Universitas Islam Prof.Dr.Farid Wajdi Ibrahim MA, mantan rekton UIN Hidayatullah Jakarta Prof.Dr. Azyumardi Azra MA CBE, sejarahwan Aceh Dr. Husaini Ibrahim MA, keturunan raja Aceh Tuanku Warul Waliddin bin Tuanku Raja Yusuf bin Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah dan novelis Gayo Putra Gaya.

Suku Tambak

Tambak merupakan suku di Sumatera Utara. Suku ini konon adalah pemilik ulayat di Kotapinang dan bagian Padang Lawas yang berbatasan dengan Kotapinang. Suku ini merupakan salah satu dari dua suku Kotapinang yang dijumpai oleh Batara Sinombah.Selain itu, juga terdapat di Simalungun dan Karo.Di Simalungun masuk ke dalam marga Purba (Purba Tambak), di Karo Tarigan (Tarigan Tambak). Secara etnografis, suku Tambak masuk dalam tiga sukubangsa yakni Melayu, Karo dan Simalungun.

Misteri Dewa Syahdan

*Sebuah hipotesis tokoh sejarah*
Dewa Syahdan adalah pendiri Kesultanan Langkat, yang bersama-sama Kesultanan Siak, Kesultanan Bulungan dan Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan negeri paling makmur di Hindia Belanda. Kesultanan Langkat makmur karena hasil karet dan minyaknya. Tetapi perjalanan sejarah menyebabkan nama kesultanan ini kemudian kalah pamor dengan Kesultanan Deli. Demikian pun, Dewa Syahdan sebagai tokoh sejarah yang pernah besar pada zamannya menjadi terlupakan dan simpang siur.

Share Like