Skip to main content

Posts

Showing posts matching the search for adat

Marga Pelepat

Pelepat adalah marga yang terletak di Kabupaten Bungo. Dalam Peta Belanda tahun 1910 disebut Rantau Keloyang. Dalam masyarakat disebut Kampung Kasang, dusun tuo yang ditinggalkan.

Perantau Minang di Sumatera Timur

Tanah Minangkabau merupakan salah satu wilayah yang padat karena kesuburan daerahnya yang ditunjang fasilitas pertanian serta pertambangan yang didukung kekayaan mineralnya. Tetapi kesuburan dan kekayaan tersebut menjadi meredup pada saat masuknya Islam ke pesisir Sumatera Timur, karena produk yang dihasilkan negeri ini bukan lagi merupakan produk unggulan perdagangan masa itu, yakni merica atau lada.

Kontroversi Tapanuli atau Batak

Suku bangsa Mandailing, Angkola dan Toba pada dasarnya dapat dijadikan rumpun etnis berdasarkan persamaan bahasa. Nama yang sudah umum untuk rumpun tersebut adalah Batak. Tetapi, kemudian muncul Deklarasi Mandailing bukan Batak. Benarkah deklarasi tersebut?

Syekh Burhanuddin Ulakan

Orang Minang identik dengan Islam, dan Minangkabau identik dengan Kerajaan Pagaruyung.Tetapi menyatunya Islam dengan adat di Minangkabau baru terjadi pada tahun 1650 M, berkat upaya ulama legendaris Syekh Burhanuddin Ulakan. Siapa Syekh Burhanuddin.

Suku-Suku di Minang dan Negeri Terkait

Di Sumatera ada dua suku bangsa yang khas karena memiliki system clan, yakni Batak dengan marganya dan Minang dengan sukunya. Selain persamaan tersebut, etnis yang bersuku memiliki bahasa yang bermiripan, demikian pula dengan etnis yang bermarga. Oleh karenanya, seluruh etnis bersuku diklaim Minang dan seluruh etnis bermarga diklaim Batak. Ada pro kontra di balik itu.

Marga Rangkuti

Marga Rangkuti termasuk marga Mandailing yang lebih sedikit dibandingkan marga-marga Mandailing lainnya seperti Lubis dan Nasution. Padahal, mereka bersama-sama marga Pulungan lebih dulu satu abad daripada Marga Lubis dan dua abada daripada Marga Nasution.Bersama-sama Marga Pulungan, merekalah pendiri kerajaan pertama di Tanah Mandailing.

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Nasution

Nasution merupakan salah satu marga utama di Mandailing. Merupakan salah satu dari empat marga besar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa hanya Siregar yang asli eksodus dari tanah Batak. Sementara Lubis merupakan campuran dengan etnis Lubu, Harahap dari etnis Ulu. Rangkuti, Parinduri dan Mardia dari Minangkabau. Bagaimana riwayatnya etnografis Nasution?

Batara Sinomba

Sebagian kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur yakni Kotapinang, Panai, Bilah, Kualuh dan Asahan menyebutkan leluhur raja-raja mereka adalah Batara Sinomba. Siapa Batara Sinomba?

Misteri Dewa Syahdan

*Sebuah hipotesis tokoh sejarah*
Dewa Syahdan adalah pendiri Kesultanan Langkat, yang bersama-sama Kesultanan Siak, Kesultanan Bulungan dan Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan negeri paling makmur di Hindia Belanda. Kesultanan Langkat makmur karena hasil karet dan minyaknya. Tetapi perjalanan sejarah menyebabkan nama kesultanan ini kemudian kalah pamor dengan Kesultanan Deli. Demikian pun, Dewa Syahdan sebagai tokoh sejarah yang pernah besar pada zamannya menjadi terlupakan dan simpang siur.

Antara Minangkabau dan Melayu

* Sebuah Hipotesis Etnografis * Masyarakat yang mendiami perbatasan Riau dengan Sumatera Barat memiliki budaya yang hampir sama dengan masyarakat Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sama-sama berujung ‘o, ek, eh dan sebagainya yang kalau diperbandingkan persamaan antara bahasa Melayu mereka dengan bahasa Melayu Riau/Johor lebih jauh dibandingkan persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Share Like