Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sejarah Minangkabau

Dialek-dialek Bahasa Minang Indonesia

Bahasa Minang - Jawi merupakan salah satu dari 3 (tiga) cabang bahasa Melayik yang terbesar selain cabang Melayu-Besemah dan Banjar-Kedayan.Secara sebutan, dialek-dialek bahasa Minang - Jawi terbagi atas sebutan bahasa Minang, bahasa Jawi, dialek bahasa Melayu dan dialek bahasa Dayak.

Perantau Minang di Sumatera Timur

Tanah Minangkabau merupakan salah satu wilayah yang padat karena kesuburan daerahnya yang ditunjang fasilitas pertanian serta pertambangan yang didukung kekayaan mineralnya. Tetapi kesuburan dan kekayaan tersebut menjadi meredup pada saat masuknya Islam ke pesisir Sumatera Timur, karena produk yang dihasilkan negeri ini bukan lagi merupakan produk unggulan perdagangan masa itu, yakni merica atau lada.

Suku Melayu Riau

Riau dikibar-kibarkan sebagai pusat budaya Melayu Nusantara, tetapi di sebalik itu ada yang mengklaim bahwa Melayu Riau sebenarnya Minang. Bagaimana sebenarnya Melayu Riau tersebut?

Sumber Tertulis tentang Panai

Pannai merupakan negeri yang bertebaran lokasinya, mulai Pulau Panay di Filipina, Panai di Solok Selatan, Pane di Simalungun, Panai di Labuhan Batu dan Batang Pane di Padang Lawas. Di mana lokasi Panai berdasarkan sumber tertulis

Syekh Burhanuddin Ulakan

Orang Minang identik dengan Islam, dan Minangkabau identik dengan Kerajaan Pagaruyung.Tetapi menyatunya Islam dengan adat di Minangkabau baru terjadi pada tahun 1650 M, berkat upaya ulama legendaris Syekh Burhanuddin Ulakan. Siapa Syekh Burhanuddin.

Asal Usul Kata Panai atau Pane

Panai adalah salah satu suku yang dominan di bagian selatan Sumatera Barat, yakni Silungkang, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan selain itu terdapat juga di Lima Puluh dan Tanah Datar.Nama Panai juga terpakai pada marga yakni marga Pane pada masyarakat Toba, Padang Lawas dan Simalungun. Sebagai kesatuan politik, pernah dipakai sebagai nama Kerajaan dan kesultanan dan secara geografis administratif dipakai sebagai nama tempat dan kota. Dari mana asal kata panai.

Peran Kesultanan Aceh dalam Penyebaran Islam

Penetapan titik nol peradaban Islam di Nusantara di Barus oleh Presiden Jokowi mendapat respon negatif dari masyarakat Aceh, mulai dari BEM Ar Raniry, Rektor Universitas Islam Prof.Dr.Farid Wajdi Ibrahim MA, mantan rekton UIN Hidayatullah Jakarta Prof.Dr. Azyumardi Azra MA CBE, sejarahwan Aceh Dr. Husaini Ibrahim MA, keturunan raja Aceh Tuanku Warul Waliddin bin Tuanku Raja Yusuf bin Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah dan novelis Gayo Putra Gaya.

Apakah Barus di Tapanuli?

Mungkin ini adalah pertanyaan yang aneh. Semua orang tahu bahwa Barus itu terletak di Tapanuli Tengah, untuk apa lagi dipertanyakan. Tetapi untuk keperluan sejarah, terutama sejarah Islam, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang esensial.

Share Like