Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sejarah Aceh

Kerajaan Batas

Pada saat Portugis menguasai Malaka, ada dua kerajaan yang beribukota Pane, yakni Aru dan Batas. Kerajaan Batas tidak pernah terpublikasi, keduanya selalu dikaitkan dengan Aru.

Peran Kesultanan Aceh dalam Penyebaran Islam

Penetapan titik nol peradaban Islam di Nusantara di Barus oleh Presiden Jokowi mendapat respon negatif dari masyarakat Aceh, mulai dari BEM Ar Raniry, Rektor Universitas Islam Prof.Dr.Farid Wajdi Ibrahim MA, mantan rekton UIN Hidayatullah Jakarta Prof.Dr. Azyumardi Azra MA CBE, sejarahwan Aceh Dr. Husaini Ibrahim MA, keturunan raja Aceh Tuanku Warul Waliddin bin Tuanku Raja Yusuf bin Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah dan novelis Gayo Putra Gaya.

Apakah Barus di Tapanuli?

Mungkin ini adalah pertanyaan yang aneh. Semua orang tahu bahwa Barus itu terletak di Tapanuli Tengah, untuk apa lagi dipertanyakan. Tetapi untuk keperluan sejarah, terutama sejarah Islam, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang esensial.

Kerajaan Lamuri

Nama Lamuri telah tenggelam oleh nama Aceh Darussalam, padahal kerajaan ini telah wujud jauh sebelum para bangsawan Champa menggagas negara Pan-Islam di Jaziratul Jawi tersebut. Lamuri padahal merupakan kerajaan yang termashur dan disegani oleh Cola sebagaimana tersebut pada prasasti Tanjore.

Suku-suku pembentuk Suku Bangsa Aceh dan Melayu Riau

Etnis lebih ke budaya daripada genetika. Kajian genetika orang Aceh dan Riau menunjukkan kenyataan tersebut. Secara budaya, meskipun masih sama-sama tergolong rumpun Melayu, tetapi etnis Aceh dan etnis Melayu Riau dianggap etnis yang berbeda. Tetapi, kajian genetika menunjukkan bahwa etnis Riau dan Aceh berasal dari genetika yang sama. Genetika mereka justru berbeda dengan para tetangga terdekat mereka, walaupun secara budaya, para tetangga tersebut diklaim etnis yang sama.

Share Like