Skip to main content

Luhak Tanah Datar


Luhak Tanah Datar merupakan salah satu dari tiga luhak Tanah Minangkabau. Luhak ini terbagi atas empat bagian yakni,1) Limo Kaum,2)Sungai Tarab, 3)Batipuh dan 4) Lintau Buo


Limo Kaum

Limo Kaum merupakan negeri yang memiliki banyak peninggalan sejarah di antaranya prasasti Kubu Rajo dan Masjid tertua di Tanah Datar. Nagari Limo Kaum dirikan oleh lima rumpun kaum, yakni:
  1. Kaum Tigo Tapian (Dusun Tuo, Balai Batu, Tigo Tumpuk)
  2. Kaum Balai Labuh
  3. Kaum Kubu Rajo Tigo Sanding (Sumagek, Singkuang, Mandaliko)
  4. Kaum Piliang
  5. Kaum Koto Gadih
Limo Kaum terdiri dari 12 koto, yakni :
  1. Ngungun
  2. Panti
  3. Cubadak
  4. Supanjang
  5. Pabalutan
  6. Sawah Jauh
  7. Rambatan
  8. Padang Magek
  9. Labuh
  10. Parambahan
  11. Tabek
  12. Sawah Tengah

Sungai Tarab

Sungai Tarab merupakan negeri di kaki Gunung Merapi, membentang dari pinggang Gunung Merapi hingga ke kaki Gunung Bungsu, tempat kedudukan Bandaro yang merupakan salah satu dari Basa Empat Balai, juga termasuk salah satu dari Langgam Nan Tujuh, yakni Pamuncak Koto Piliang.

Sungai Tarab terdiri dari 8 batur, yakni :
  1. Piliang Soni
  2. Piliang Laweh
  3. Mandahiling
  4. Bendang (Sungai Tarab / Dt. Rajo Pangulu)
  5. Bodi
  6. Bendang (Tigo Batur/Dt. Simarajo)
  7. Piliang
  8. Nan Anam


Batipuh

Batipuh terletak di lereng Gunung Merapi, merupakan salah satu negeri yang termasuk Langgam Nan Tujuh, yakni: Harimau Campo Koto Piliang.

Batipuh terdiri dari 10 koto, yakni :
  1. Pariangan
  2. Padang Panjang
  3. Jaho
  4. Tambangan
  5. Koto Laweh
  6. Pandai Sikek
  7. Sumpu
  8. Malalo
  9. Gunung
  10. Paninjauan

Lintau Buo

Lintau Buo terdiri dari limo koto di ateh dan 4 koto di bawah yang terletak di aliran Sungai Sinamar. Lintau Buo terdiri dari 9 koto, yakni :
  1. Batu Bulek
  2. Balai Tangah
  3. Tanjung Bonai
  4. Tapi Selo
  5. Lubuk Jantan
  6. Buo
  7. Pangean
  8. Taluk
  9. Tigo Jangko

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Rangkuti

Marga Rangkuti termasuk marga Mandailing yang lebih sedikit dibandingkan marga-marga Mandailing lainnya seperti Lubis dan Nasution. Padahal, mereka bersama-sama marga Pulungan lebih dulu satu abad daripada Marga Lubis dan dua abada daripada Marga Nasution.Bersama-sama Marga Pulungan, merekalah pendiri kerajaan pertama di Tanah Mandailing.

Marga Harahap

Marga Harahapmerupakan salah satu dari empat marga terbesar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa Siregar adalah murni eksodus Batak, sementara 3 marga besar dan sejumlah marga kecil lainnya berasal dari suku asli, yakni Lubis dari suku Lubu, Harahap dari suku Ulu dan Nasution dari campuran orang-orang pesisir berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Sementara pendapat lain, Harahap adalah kula Batak Kasta Ksatria dari Jati CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) dari gotra BORBOR.  Bagaimana riwayat penyebaran etnografis Marga Harahap?.

Share Like