Skip to main content

Tembikar Gua Niah

Gua Niah merupakan pemukiman prasejarah terbesar dan tertua yang ditemukan di Kalimantan.Di Gua batu gamping yang terletak di Miri Serawak yang dihuni terutama oleh etnik Melayik Iban ini, ditemukan tengkorak manusia yang diperkirakan tengkorak manusia tertua di Asia Tenggara. Selain lukisan-lukisan gua sebagaimana yang ditemukan di Mangkalihat dan Makassar, niah juga meninggalkan jejak berupa tembikar.

Posisi Geografis Gua Niah

Gua Niah terletak di pintu gerbang kedatangan dari Asia Tenggara (Vietnam Selatan/Timur Kamboja) dan pintu keluar ke Luzon via Brunei - Palawan - Mindoro, ke Semenanjung via Anambas serta ke Sumatera. Penelitian yang dilakukan oleh Tatum dan kawan-kawan terhadap etnik Iban yang dominan di Gua Niah pada 2011 menunjukkan bahwa migrasi dari daratan Asia Tenggara membentuk kontribusi terbesar bagi leluhur Iban. Iban menunjukkan kedekatan dengan Indonesia (0,012), Khmer (0,013),Thai (0,014), Vietnam dan Filipina (0,015), Malaysia (0,016), Cina (0,019) dibandingkan dengan Taiwan (0,027) dan Jepang (0,030).

Tembikar Gua Niah

Wilhelm G. Solheim dkk telah mengkaji Tembikar Niah.Tembikar Niah menurut Groningen,1958 berusia 2.460 +- 70 tahun yang lalu atau kira-kira 500 SM.

Kaitan Tembikar dengan Gua lain

Tembikar di Gua Sirih, Kucing, Sarawak terkait dengan Gua Niah. Demikian pula tembikar di Pulau Burung di dekat Pulau Labuan, Utara Brunei. Ada hubungan antara masyarakat Niah dengan masyarakat Gua Sirih dan delta Kucing. Di Gua Sirih ada pola-pola berbeda ditemukan. Pola-pola tembikar di Gua Sirih yang tidak sama dengan di Niah, memiliki kesamaan dengan pola-pola tembikar Santubong.

Gua Bau dan Kota Batu

Dua tembikar terpisah dari Gua Besar Niah menunjukkan hubungan yang lebih lanjut. Salah satunya memiliki garis bergelombang vertikal yang mengesankan dibuat dengan kerang. Ini mirip dengan hiasan-hiasan yang ditemukan di Gua Bau, dekat Kucing. Tembikar kedua memiliki pola bunga yang rumit yang terkesan dibuat dengan cetakan tembikar. Tembikar ini tidak menunjukkan hubungan dekat dengan tembikar yang dikenal di Borneo. Desain yang lebih sederhana dari tembikar ini ditemukan di situs Kota Batu, Brunei, tetapi hubungannya dengan Niah unik, hanya mengesankan kesamaan dalam teknik pembuatan.

Comments

Popular posts from this blog

Dayak Darat

Dayak Darat merupakan populasi terbesar ketiga di bagian barat Kalimantan (Kalimantan Barat dan Serawak) setelah Melayu dan Dayak Laut. Rumpun Dayak Darat merupakan penutur dua rumpun bahasa, yakni Bahasa Melayik Kanayan dan Rumpun Bahasa Bidayuh.

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Rangkuti

Marga Rangkuti termasuk marga Mandailing yang lebih sedikit dibandingkan marga-marga Mandailing lainnya seperti Lubis dan Nasution. Padahal, mereka bersama-sama marga Pulungan lebih dulu satu abad daripada Marga Lubis dan dua abada daripada Marga Nasution.Bersama-sama Marga Pulungan, merekalah pendiri kerajaan pertama di Tanah Mandailing.

Share Like