Skip to main content

Rumpun Bahasa Sulawesi

Pulau Sulawesi diduga merupakan pusat pemisahan rumpun bahasa Melayu Polinesia, karena kedua rumpun bahasa tersebut yakni Melayu Polinesia Barat (MPB) atau rumpun bahasa Hesperonesia dan Melayu Polinesia Tengah - Timur (MPTT) terdapat di Pulau Sulawesi.

Rumpun Bahasa Hesperonesia Luar

Rumpun Bahasa Melayu Polinesia Barat atau Hesperonesia terbagi atas dua yakni Hesperonesia Dalam dan Hesperonesia Luar. Bahasa-bahasa di bagian utara Sulawesi, yakni kelompok Gorontalo - Mongondow, Minahasa dan Sangiric saat ini diklasifikasikan sebagai Hesperonesia Luar sebagai pecahan dari rumpun bahasa Filipina.
Kelompok bahasa ini terdiri dari :

  1. Sangiric
  2. Minahasa
  3. Gorontalo-Mongondow

Rumpun Bahasa Hesperonesia Dalam

Rumpun Bahasa Sulawesi Selatan digolongkan ke dalam Hesperonesia Dalam terdiri dari :

  1. Bugis
  2. Makassar
  3. Seko (Budong-Budong,Panasuan,Seko Padang, Seko Tengah)
  4. Lemolang
  5. Sulawesi Barat (Mamuju, Mandar, Massenrempulu,Pitu Ulunna Salu dan Toraja)

Rumpun Bahasa Celebic

Bahasa-bahasa di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dan bahasa Wotu dan Bonerate di Sulawesi Selatan merupakan rumpun bahasa yang telah meninggalkan Austronesian Alignment sebagaimana pada rumpun bahasa Filipina.

Rumpun bahasa Celebic semula dirumpunkan sebagai Hesperonia Dalam sebagaimana rumpun bahasa Sulawesi Selatan, tetapi para ahli bahasa mulai hipotesis bahwa termasuk rumpun bahasa MPTT dalam kelompok Melayu Polinesia Tengah yang terdiri dari :

  1. Celebic
  2. Bima - Sumba - Flores
  3. Timor - Babar
  4. Kei - Tanimbar
  5. Kepulauan Aru
  6. Semenanjung Bomberai
  7. Maluku Tengah (Seram - Buru - Ambon - Sula)
Rumpun bahasa Celebic terdiri dari :

  1. Tomini - Tolitoli
  2. Kaili - Pamona
  3. Wotu - Wolio
  4. Sulawesi Timur (Saluan - Banggai)
  5. Sulawesi Tenggara (Bungku - Tolaki dan Muna-Buton)

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Gotra dan Saudara

Sebelum masuknya Islam di Indonesia, masyarakat Sumatera merupakan penganut Hindu yang taat. Salah satu ajaran Hindu yang mengakar yang hari ini masih dilestarikan melalaui suku atau marga. Pernikahan sagotra yang ditabukan agama Hindu, masih dilestarikan dalam bentuk larangan kawin sesuku atau kawin semarga.

Marga Lubis

Marga Lubis merupakan salah satu dari empat marga terbesar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa Siregar adalah murni eksodus Batak, sementara 3 marga besar dan sejumlah marga kecil lainnya berasal dari suku asli, yakni Lubis dari suku Lubu, Harahap dari suku Ulu dan Nasution dari campuran orang-orang pesisir berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Pendapat lain, Lubis adalah kula batak varna Ksatria dari Jati CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra Borbor. Bagaimana riwayat penyebaran etnografis Marga Lubis?.

Share Like