Skip to main content

Rumpun Bahasa Kalimantan sesudah Hudson 1978

Pulau Kalimantan terdiri dari banyak bahasa. Beragamnya bahasa tersebut menyebabkan klasifikasi bahasa Kalimantan belum final. Salah satu klasifikasi bahasa Kalimantan adalah klasifikasi berdasarkan kerja Hudson (1978). Hudson tidak memberikan nama dari setiap subgrup bahasa tersebut, oleh karenanya klasifikasi ini disebut klasifikasi sesudah Hudson.


Klasifikasi Bahasa Kalimantan sesudah Hudson

  1. Exo-Bornean
    1. Malayic
    2. Idahan
    3. Tamanic
  2. Endo-Bornean
    1. Barito Timur
    2. Barito Barat
    3. Barito Mahakam
    4. Dayak Darat
    5. Apo Duat
    6. Rejang-Baram
    7. Kayan Kenyah

Exo Bornean

Exo-Bornean adalah rumpun bahasa yang tidak memiliki hubungan satu sama lain, tetapi menurut Hudson berasal dari luar Kalimantan.
Rumpun bahasa tersebut adalah:

  1. Malayik, diperkirakan berasal dari Sumatera terdiri dari Melayu, Iban dan Melayik Dayak.
  2. Idahan, diperkirakan berasal dari Filipina terdiri dari Murut Tidung (Tidong, Bolongan, Tarakan, Tinggalan, Tagal, Idahan Murut Isolects) dan Dusun Bisaya (Bisaya, Tutong, Idahan Dusun Isolects)
  3. Tamanic, diperkirakan berasal dari Sulawesi Selatan terdiri dari Taman, Kalis, Pari, Mbaloh.


Endo Bornean

Endo-Bornean adalah rumpun bahasa yang menurut Hudson asli Kalimantan.
Rumpun bahasa tersebut adalah:
  1. Barito Timur, terdiri dari
    1. Barito Timur Laut :
      1. Taboyan
      2. Pasir
      3. Benuaq
      4. Bentian
      5. Lawangan
      6. Bawu :
    2. Barito Tenggara :
      1. Maanyan
      2. Paku
      3. Semihim
      4. Dusun Witu
      5. Dusun Malang
      6. Malagasy
  2. Barito Barat, terdiri dari
    1. Barito Barat Daya (Kapuas, Katingan, Ba’amang, Kahayan, Ngaju) dan 
    2. Barito Barat Laut (Siang, Dohoi, Ot Danum (Kadorih), Murung Varieties).
  3. Barito Mahakam, terdiri dari Tunjung, Ampanang.
  4. Dayak Darat, terdiri dari Lara’, Lundu, Singhi, Kuap, Beta, Bukar Sandong, Sau, Berang, Karangan, Jagoi,Sentah, Binyadu’, Ribun, Pandu, Sanggau.
  5. Apo Duat, terdiri dari
    1. Kelabitic (Kelabit Isolects) dan 
    2. Sesayap-Trusan (Lun Dayeh and Lun Bawang Varieties, Adang, Trusan, Tabun, Treng,Kemaloh, Sa’ban)
  6. Rejang-Baram, terdiri dari
    1. Baram Tinjar
      1. Lelak Miri : Lelak, Dali, Narom, Miri
      2. Belait Jati-Long Kiput :Belait Jati, Lemiting, Long Kiput
      3. Tutong
      4. Berawan - Long Pata : Berawan, Long Pata
    2. Rejang Bintulu
      1. Bintulu
      2. Lahanan
      3. Kejaman-Sekapan:Kejaman,Sekapan
      4. Bukutan-Sru:Bukutan, Punan Batu, Bukut, Bukitan, Bakatan, Ukit, Beketan,Punan Busang, Sru
    3. Rejang Rendah terdiri dari:
      1. Melanau : Rejang Melanau, Mukah, Teh, Siduan, Matu, Oya
      2. Kanowit
      3. Tanjong
    4. Rejang Sajau terdiri dari:
      1. Punan Bah - Punan Biau : Punan Bah, Punan Biau
      2. Punan Merap
      3. Sajau Basap
  7. Kayan Kenyah  terdiri dari:
    1. Kenyah terdiri dari:
      1. Jamuk-Uma Bem : Jamuk, Sambup, Lepo La’an, Lepo Sawa, Lepo Tau, Lepo Tukung, Long Abung, Long Aki, Long Bangan, Madang, Malang, Uma Bem
      2. Bah Malei -Sebop : Bah Malei, Lirong, Long Pokun, Sebop
      3. Lepo Pohun-Long Wat :Lepo Pohun, Lepo Pun, Long Wat
      4. Uma’ Timiai
    2. Punan-Nibong : Bok Punan, Nibong, Punan Gang, Punan Lusong, Punan Silat, Speng
    3. Kayanic terdiri dari:
      1. Kayanic Barat : Baram Kayan, Rejang Kayan, Uma Poh, Busang, Ma’aging
      2. Lepak Aru Bahau-Muric : Lepak Aru Bahau, Long Hubung Bahau, Muric
      3. Long Gelat-Long Bentuk : Long Gelat, Segai, Long Wai Modang, Long Bentuk Modang
      4. Long Paka’ Kayan-Penyabung : Long Paka’ Kayan, Long Blu’u Kayan, Penihing, Seputan,Penyabung

Comments

Popular posts from this blog

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Silsilah Sailendra dan Pandya

Asal usul Sailendra dipertanyakan, ada yang menduga dari India, dari Kamboja dan dari Sumatera asli. Pendapat dari nusantara asli karena dalam prasasti-prasastinya menggunakan campuran bahasa Melayu Kuno, Jawa Kuno dan Sanskerta.

Gotra dan Saudara

Sebelum masuknya Islam di Indonesia, masyarakat Sumatera merupakan penganut Hindu yang taat. Salah satu ajaran Hindu yang mengakar yang hari ini masih dilestarikan melalaui suku atau marga. Pernikahan sagotra yang ditabukan agama Hindu, masih dilestarikan dalam bentuk larangan kawin sesuku atau kawin semarga.

Share Like