Skip to main content

Leluhur Orang Palembang

Suku Palembang merupakan salah satu suku yang unik di Indonesia. Secara fisik, banyak orang Palembang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan orang Cina. Secara bahasa, bahasa Palembang merupakan bahasa Melayu berlanggam 'o, berbeda dengan bahasa Melayu hulu Musi yang berlanggam 'e dengan banyak kosa kata yang sama dengan bahasa Jawa. Dengan keunikan tersebut, banyak hipotesis tentang asal usul dan leluhur orang Palembang.

Kajian Bahasa

 Menurut kajian bahasa, bahasa Melayu di Palembang dapat dikategorikan tiga kelompok yakni :

  1. Palembang-Panesak
  2. Besemah - semende - Serawai
  3. Kayu Agung - Komering 
Kayu Agung - Komering merupakan kelompok bahasa berdekatan dengan bahasa Lampung, kelompok bahasa Besemah - Semende - Serawai merupakan kelompok bahasa Melayu yang dituturkan di bagian hulu Sumatera Selatan, sementara kelompok bahasa Palembang - Panesak di hilir.

Penelitian bahasa menunjukkan korespondensi fonemis bahasa Palembang dengan bahasa Melayu lainnya di luar Sumatera Selatan seperti bahasa Riau. Dari segi kosa kata, bahasa Penesak memiliki unsur kosa kata yang lebih murni Melayu daripada bahasa Palembang.

Penutur bahasa Palembang patut diduga merupakan sekelompok penutur rumpun bahasa Palembang Penesak yang lebih banyak menyerap kosa kata daripada bahasa Jawa. Dalam masyarakat Penesak berkembang legenda-legenda seumpama Puteri Pinang Masak. Adanya kesamaan legenda dengan Jambi ini di samping kesamaan bahasa menunjukkan bahwa masyarakat penutur bahasa Palembang-Penesak memiliki hubungan dengan Jambi.

Kajian Sejarah

Berdasarkan prasasti yang ada, Palembang telah dibentuk menjadi banua sekurang-kurangnya pada abad 7 M. Tetapi, catatan mengenai perkembangan Palembang setelah itu tidak ada.

Nama Palembang diketahui lagi berdasarkan catatan Chu-fan-chi 1178. Sementara sumber sejahtera lokal (Melayu) yakni Hikayat Raja-Raja Pasai menyebutkan Jambi dan Palembang telah dikuasai oleh Majapahit pada masa jatuhnya Singapura dan kekalahan Pasai yang bersamaan dengan peristiwa Minangkabau.Sejarah Melayu menyebutkan bahwa Palembang bersama-sama Tanjungpura,Bintan dan Pagaruyung telah ada sebelum pendirian Singapura. Namun, kemudian Palembang ditinggalkan dan sekedar menjadi bawahan.

Sejarah Melayu tidak menyebutkan penguasaan Pagaruyung terhadap Palembang, demikian pula berdirinya Jambi. Tetapi bukti-bukti budaya menjelaskan bahwa sebelum penguasaan Majapahit, Palembang dan Jambi telah di bawah pengaruh Pagaruyung. Pengaruh Pagaruyung inilah kemudian yang memisahkan perkembangan budaya dan bahasa antara masyarakat hulu Palembang dengan masyarakat Singapura, Riau dan Semenanjung meskipun masih memiliki persamaan langgam 'e.

Pada awal abad 15, Palembang dikuasai perompak Chen Zu Yi. Selanjutnya, Palembang dikuasai oleh Kesultanan Demak sampai penguasa bawahan Demak ini mandiri menjadi Kesultanan Palembang. Penguasaan Demak inilah yang membawa pengaruh Jawa ke Orang Palembang.

Kajian Genetika

Dari kajian bahasa dan sejarah, patut diduga orang Palembang merupakan campuran dari tiga komponen utama, yakni Melayu (leluhur Besemah - Kepulauan Riau dan Minangkabau/Jambi), Tionghoa dan Jawa.

Data DNA Indonesia termasuk orang Palembang belum banyak terpublikasi, salah satu di antaranya adalah yang terpublikasikan adalah perbandingan mtDNA.
Perbandingan mtDNA menunjukkan,

  1. Unsur yang sama-sama dimiliki oleh orang Melayu Medan, Pekanbaru, Bangka, Padang dan Palembang adalah : M*, E,B4c dan F1a*.
  2. Unsur yang sama-sama dimiliki oleh orang Melayu pesisir (Medan, Pekanbaru, Bangka dan Palembang) adalah : M7c1c
  3. Unsur khas Pagaruyung (Pekanbaru, Padang, Palembang) adalah : B4a.
  4. Unsur khas Melayu pesisir minus Bangka (Medan, Pekanbaru,Palembang) adalah : B5a
  5. Unsur khusus Palembang : Z dan N21.

Z merupakan mtDNA Asia Timur (Cina, Jepang, Korea) dan Asia Tengah/Utara (Kirgiz,Kazakh,Ossetia Selatan, Altai, tertinggi pada masyarakat Saami dan Siberia). mtDNA ini di Asia Tenggara biasa ditemukan pada masyarakat Thai/Laos,Vietnam.

N21 mtDNA yang ditemukan pada masyarakat Melayu Malaysia dan Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Tiga Leluhur Amerika

Siapa penemu benua Amerika, sudah lumrah orang menjawab Columbus. Padahal, pada saat Amerika ditemukan, sudah ada penduduk asli Amerika yang menurut penggolongan rasial yang masih berlaku umum, tergolong kepada ras Mongoloid, subras Mongoloid. Subras ini dikatakan bermigrasi ke Amerika melalui tanah Beringia 15.000 tahun yang lalu pada saat Amerika Utara dan Asia masih bersatu dalam daratan es. Benarkah?

Suku Tambak

Tambak merupakan suku di Sumatera Utara. Suku ini konon adalah pemilik ulayat di Kotapinang dan bagian Padang Lawas yang berbatasan dengan Kotapinang. Suku ini merupakan salah satu dari dua suku Kotapinang yang dijumpai oleh Batara Sinombah.Selain itu, juga terdapat di Simalungun dan Karo.Di Simalungun masuk ke dalam marga Purba (Purba Tambak), di Karo Tarigan (Tarigan Tambak). Secara etnografis, suku Tambak masuk dalam tiga sukubangsa yakni Melayu, Karo dan Simalungun.

Dialek-dialek Bahasa Minang Indonesia

Bahasa Minang - Jawi merupakan salah satu dari 3 (tiga) cabang bahasa Melayik yang terbesar selain cabang Melayu-Besemah dan Banjar-Kedayan.Secara sebutan, dialek-dialek bahasa Minang - Jawi terbagi atas sebutan bahasa Minang, bahasa Jawi, dialek bahasa Melayu dan dialek bahasa Dayak.

Share Like