Skip to main content

Genetika Ibu Tai Kadai

Masyarakat Asia Tenggara secara umum dapat dikategorikan atas kelompok bahasa Austronesia, Austro-Asiatik (Mon Khmer), Tai Kadai, Sino Tibetan dan Hmong Mien. Penutur Tai Kadai (Kra Dai) tinggal di Cina Selatan, Pulau Hainan, Indo Cina dan India Timur Laut. Jumlah penutur diperkirakan 90 juta, 60%nya adalah penutur bahasa Thai. Bahasa lain dengan penutur terbanyak adalah Lao.

Hubungan dengan Austronesia

 Tai Kadai merupakan rumpun bahasa yang paling dekat dengan Austronesia.Serge Stratostin mengelompokkan sebagai Austro Tai, sebagai cabang Austrik.Sedangkan Austro Asiatic dan Hmong Mien sebagai cabang lain dari Austrik.Stanley Starosta bahkan mengklasifikasikannya sebagai cabang Austronesia, di mana Tai Kadai bersama Malayo Polinesian merupakan Extra Formosan yang bersama-sama rumpun Formosan tergabung ke dalam Austronesian. Austronesian cabang dari East Asian yang anggota lainnya adalah Sino Tibetan Yang Zian. Austro Asiatik dan Hmong Mien merupakan rumpun Yang Zian. Yang Zian dan Sino Tibetan rumpun Sino Tibetan Yangzian.

Kajian Genetika Penyebaran Tai Kadai

 Tai Kadai diduga menyebar dari Cina Selatan ke Laos, Thailand Utara dan Thailan Timur Laut. Bahasa Kra merupakan bahasa yang dituturkan di Cina Selatan (Yunnan, Guangxi, Hainan) dan Vietnam Utara. Selain Kra, rumpun lain adalah Tai (Cina Selatan, Asia Tenggara), Kam-Sui (Gui-zhou, Guang xi), Be (Hainan dan Jizhao Guangdong) serta Hlai (Hainan).

Secara genetika, penutur Tai Tengah memiliki kedekatan geografis dengan penutur Sino-Tibetan Karen. Demikian pula, ada hubungan penutur Tai Tengah dengan Austro Asiatik Mon Khmer. Genetika menunjukkan ada hubungan leluhur Tai Kadai dengan Austronesia.

Tailand secara geografi terdiri dataran tinggi dan dataran rendah merupakan negara yang beragam dari segi etnolinguistik. 68 juta jiwa penduduk Thailand menurut Sensus 2015 merupakan penutur dari 70 bahasa dari lima keluarga bahasa : 90,5% Tai-Kadai, 4% Austro Asiatic, 3,2% Sino Tibetan, 2% Austronesian dan 0,3% Hmong-Mien. Mayoritas berbicara Thai Tengah atau Siam (29,72%) yang merupakan bahasa resmi.Sebagai bahasa sekunder dituturkan 68% atau 40 juta jiwa.

Menurut catatan sejarah, Siam atau Thai Tengah dimulai oleh Kerajaan Sukhotai pada abad 13. Sebelumnya, mereka di bawah kendali orang-orang Mon Khmer. Bukti linguistik dan arkeologi menunjukkan Tai Kadai prasejarah terletak di daerah tenggara, yakni Cina Selatan dan kemudian menyebar ke daratan Asia Tenggara sekitar 1,2 kya, terjadi melalui difusi demik (migrasi dari Cina Selatan ke Asia Tenggara), difusi budaya (beralih dari Austro Asiatic ke Tai Kadai) dan migrasi berkelanjutan (aliran gen antara pendatang Cina Selatan dan penduduk Austro Asiatic).


Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Share Like