Skip to main content

Suku Mantir

Suku Mantir atau menurut logat aceh Suku Mante adalah salah satu dari 2 rumpun etnis yang dulu mendiami pulau Perca, yakni Etnis Jawa/Melayu yang mendiami pegunungan dan etnis Mantir/Lerca yang mendiami rawa.

Ciri Fisik Suku Mantir atau Lerca

Rumpun suku mantir/lerca digambarkan memiliki fisik yang pendek, namun sangat cepat larinya seperti burung puyuh.Rata-rata tinggi badannya 1 meter. Muka kulit cerah dengan badan berotot. Biasanya berambut panjang sepantat. Biasanya mereka telanjang.

Orang Mantir dikatakan berkerabat dengan bangsa Funisia di Babilonia dan Dravida di Indus dan Gangga. Tetapi, kekerabatan mereka lebih dengan orang-orang pulau telanjang Enggano dan Nikobar.

Di Pasir Pengaraian, Rokan, Riau pada tahun 1932 pernah ditangkap kerangka anak orang pendek ini. Setelah diukur, panjangnya tidak lebih dari 42 cm.

Dalam Tambo Suku Melayu Rao disebutkan bahwa orang Leco dahulunya lebih dahulu mendiami daerah-daerah sepanjang sungai. Mereka memiliki kemampuan menangkap ikan. Leluhur orang Rao menakut-nakuti mereka. Dan karena tubuh leluhur Rao yang lebih tinggi, mereka menyebutnya orang Lubu Godang. Konon, itulah asal usul nama suku Lubu.

Suku Mantir adalah leluhur orang Aceh

Menurut riwayat, Suku Mantir adalah penghuni awal Aceh. Bersama-sama orang Lanun (Lhan) merekalah yang membentuk leluhur pertama orang Aceh. Orang Mantir sesungguhnya keturunan dari manusia penghuni pantai timur Sumatera yang meninggalkan situs-situs timbunan kerang di Gayo, Tamiang, Langkat dan Kota Batak Bintan. Sementara orang Lanun adalah rumpun Melayu yang menghuni pesisir Selat Malaka.

Kepunahan Orang Mantir

Sama halnya dengan orang Leco, orang Mantir dianggap telah punah. Dengan kedatangan orang-orang Munic (Mon Khmer) dari Tanjung Irawady Birma melalui Andaman dan Nikobar dan dari Tanah Genting (Kedah) atau Ramanadesa (Negeri Reman / Perak Malaysia) dan kemudian bercampur pula dengan darah orang Bamar yang merupakan rumpun Sino Tibetic yang turun ke Irawady menggeser peran orang-orang Mun.

Percampuran orang-orang Leco/Mantir dengan pendatang Melayu/Mun dan Sino Tibetic inilah yang kemudian membentuk Proto Aceh, Gayo, Alas, Karo dan Pakpak. Karena gelombang migrasi orang-orang Melayu, Mun, Bamar bertubi-tubi dicampur lagi dengan darah Kashmir/Yunani yang datang dari Tibet Asia Tengah, genetika Mantir/Leco kemudian kurang dari 10%, sementara genetika Austrik yang dibawa orang-orang Melayu dan Mun melebihi 50%.

Mantir, Leco dan Bigau

Orang Mantir dan Leco selalu diidentikkan dengan orang Bigau, merupakan makhluk mistis yang konon bertubuh pendek dan memiliki kaki terbalik, yakni tumit menghadap ke depan. Bigau konon merupakan penggembala babi hutan dan binatang-binatang hutan lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Share Like