Skip to main content

Rumpun Bahasa Malayic di Ethnologue

Belum ada pengkategorian yang sempurna untuk bahasa-bahasa Austronesia karena penutur bahasa Austronesia (Bahasa Austrik Kepulauan) yang dinamis dalam pemecahan dari bahasa induknya melompat ke lingkungan di luar bahasa induknya dan saling berinteraksi. Salah satunya rumpun Malayic yang tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara, meski basis utamanya Pulau-Pulau Jawa Kuno (Ujung Tanah, Jawa Kecil, Jawa Besar).

Perumpunan Malayic di Ethnologue

Salah satu pustaka maya yang mendata rumpun-rumpun bahasa di dunia adalah ethnologue.Rumpun Malayic di Ethnologue terbaru adalah termasuk rumpun Austronesia. Dibandingkan rumpun Austro-Asiatic (Austrik Daratan) yang hanya 167 bahasa versi Ethnologue, Rumpun Austronesia terdiri dari 1.256 bahasa yang terbagi atas 11 rumpun, yakni : Atayalic, Bunun, Formosa Timur, Malayo-Polinesian, Formosa Barat Daya, Paiwan, Puyuma, Rukai, Tsouic,Dataran Barat, dan Tidak Terklasifikasi. Rumpun-rumpun tersebut rata-rata hanya terdiri dari 1 bahasa, kecuali Atayalic 2 bahasa, Formosa Timur 5 bahasa, Formosa Barat Daya 2 bahasa, Tsouic 3 bahasa, Dataran Barat 3 bahasa dan Malayo-Polinesian 1.236 bahasa.

Rumpun Malayo-Polinesian

Malayo Polinesian merupakan rumpun terbesar dari rumpun Austronesia yakni 98,4% dari total Bahasa Austronesia (1236/1256). Rumpun Malayo-Polinesian di Ethnologue terdiri atas 29 rumpun:
Agta di Villa Viciosa Filipina,Bali Sasak Sumbawa,Bashic,Bilic,Celebic,Luzon Tengah,Malayo Polinesian Timur Tengah, Chamorro,Barito Raya,Filipina Tengah Raya,Jawa,Kalamian,Lampung,Dayak Darat,Madura,Malayo-Chamic,Minahasan,Moklen,Nasal,Borneo Utara,Mangyan Utara,Luzon Utara,Kepulauan Halang Sumatera Barat Daya,Palauan,Rejang,Sangiric,Sulawesi Selatan,Sunda,Tidak terklasifikasi. Yang terbanyak adalah Malayo-Polinesian Timur Tengah dengan 721 bahasa (58,3%), sementara Malayo-Chamic di urutan keempat dengan 55 bahasa (4,4%) setelah Filipina Tengah Raya 101 bahasa (8,17%) dan Celebic dengan 64 bahasa (5,18%).

Rumpun Malayo Chamic

Rumpun Malayo Chamic hanya terdiri dari 2 rumpun yakni : Chamic dengan jumlah 12 bahasa (22%) dan Malayic dengan jumlah 43 bahasa (78%). Chamic meliputi Aceh, Champa Pesisir dan Champa Gunung.Malayic meliputi berbagai bahasa dari Thailand, Malaysia, Brunei dan Indonesia.

Rumpun Malayic

Rumpun Malayic terdiri dari 6 rumpun meliputi Kendayan,Keninjal, Malayic Dayak, Urak Lawoi,Ibanic,dan Melayu.

Kendayan

Kendayan merupakan bahasa tunggal yang terdapat di Kalimantan Barat, Serawak dan Brunei meliputi Bengkayang, Singkawang, Kubu, Sambas,Landak,Sanggau, Kepulauan Barat Daya Kalimantan,Pesisir Cina Selatan dan Rimba Madi dan Papan.Kendayan memiliki 4 dialek : Ambawang, Kendayan, Ahe dan Selako.Bahasa Kendayan disebut juga Baicit, Damea, Kanayatn, Kendayan Dayak, Kendayan-Ambawang, Salako.Jumlah penutur pada tahun 2007 adalah 321.000 orang.

Keninjal

Keninjal merupakan bahasa tunggal yang digunakan di Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat meliputi Gelalak, Nangaella,Nanga Pinoh, Nanga Sayan, Sungai Melawi dan Sungai Sayan.Keninjal memiliki 1 dialek murni yakni Kubing dan 7 dialek di Lembah Melawi yang tumpang tindih dengan dialek dari Melayik Dayak yakni Barai, Nanga Nuak,Kebahan, Ransa,Kenyilu, Limbai dan Kubin.Bahasa Keninjal disebut juga Dayak Kaninjal, Kaninjal, Kaninjal Dayak. Jumlah penutur pada tahun 2007 adalah 32.000 orang.

Malayic Dayak

Malayic Dayak merupakan bahasa tunggal yang menyebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah meliputi Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, Sintang, Putussibau, Sandai, Sungai Kapuas,Kotabaru, Muarakayang,Pembuang Hulu, Sukaraja. Jumlah penutur pada tahun 1981 adalah 520.000 orang. Bahasa ini dikenal juga sebagai bahasa Bamayo dan Bumayoh.

Dialek-dialek Malayic Dayak meliputi Tapitn dan Banana di Singkawang, Bengkayang, Darit dan Sungai Raya.Kayung alias Kayong dan Delang di Sandai, Muarakayang, Pembuanghulu, Sukamara dan Sukaraja. Semitau, Suhaid, dan Mentebah-Suruk di Sintang dan Putussibau.Arut di Sukarame.Lamandau (Landau Kantu), Sukamara (Kerta Mulya), Riam (Nibung Terjung), Belantikan (Sungkup), Tamuan, Tomun, Pangin, Sekakai, Silat, Melahui, Serawai (tidak sama dengan Serawai Sumatera), Tebidah, Payak, Undau.

Urak Lawoi

Urak Lawoi dikenal juga sebagai Chaw Talay, Chawnam, Lawoi, Lawta, Orak Lawoi’ memiliki 5.000 penutur pada tahun 2012 di Thailan yakni : Kepulauan Pesisir Barat Daya, bagian selatan propinsi Phuket; propinsi Krabi: kepulauan lepas pantai, Phi Phi Don, Ha, Khlong Dao, Lang Sot dan Thung; propinsi Satun : Bu Tang, Ra Wi, dan kepulauan A Dang.Bahasa Urak Lawoi memiliki tiga dialek yakni Adang, Orang Muda Phuket dan Orang Tua Phuket.

Rumpun Ibanic

Rumpun Ibanic memiliki 6 bahasa, Balau, Iban, Mualang, Remun, Seberuang dan Sebuyau. Selain Mualang dituturkan di Malaysia.Balau atau Bala'u dituturkan 5.000 orang di Sarawak.Jaku Iban disebut juga Iban Sabah atau Dayak Laut dituturkan 1.452.000 orang di distrik Tawau Sabah dan Serawak Malaysia dengan 7 dialek Batang Lupar, Bugau, Skrang, Dau, Lemanak, Ulu Ai dan Undup digunakan sebagai bahasa kedua oleh Bukitan, Kajaman, Kiput, Narom dan Remun.

Bahasa Mualang dituturkan oleh 40.000 orang pada tahun 2007 di Belitang Sekadau Kalimantan Barat di sepanjang sungai Ayak dan sungai Belitang.Terdiri dari 2 dialek yakni Dialek Mualang Ili' dan Dialek Mualang Ulu.

Bahasa Remun dikenal juga sebagai Milikin, Millikin dan Remun Iban dituturkan 3.500 orang pada tahun 2000 di Serian Kucing Serawak yakni di tenggara Serian ke Balai Ringin.Bahasa Seberuang dituturkan 37.000 orang pada tahun 2007 di Sungai Kapuas dari Nanga Silat ke Selimbau, di Belimbing, Lebang, Belitang, Seauk, Tempunak, Selimbau, dan Sungai Silat.Bahasa Sebuyau dikenal juga sebagai Sabuyan, Sabuyau, Sibuian, Sibuyan, Sibuyau dituturkan 7.000 orang di Lundu, muara Sungai Lupa, Sebayau Kucing Sarawak Malaysia.

Rumpun Melayu

Rumpun Melayu merupakan jumlah terbesar dari Malayic yang meliputi 33 bahasa, yaitu Bangka, Banjar, Brunei,Col atau Cul atau Sindang di Lubuk Linggau Muara Kelingi,Duano atau Desin Dolak, Desin Duano, Duano’, Orang Kuala sejumlah 15.000 orang pada tahun 2006 di pesisir Jambi dan Riau, Haji atau Aji dituturkan 17.500 orang pada tahun 2000 di Ogan Komering Ulu Selatan, bahasa Indonesia,Jakun atau Djakun, Jakoon, Jaku’d, Jakud’n, Orang Hulu dituturkan 25.000 orang pada tahun 2000 di Johor dan Pahang,Kaur atau Bintuhan, Ka’ur, Mulak dituturkan 40.000 orang di Kaur Bengkulu dan Danay Panay Sumatera Selatan, Kerinci,Kubu atau Anak Dalam, Orang Hutan, Orang Rimba dituturkan 10.000 orang pada tahun 1989 di Sarolangun, Batang Hari dan Musi Banyuasin, Lubu dituturkan 30.000 orang pada tahun 1981 di Kotanopan.

Bahasa Melayu atau Colloquial Malay, Informal Malay, Local Malay, Malayu dituturkan 13.500.000 orang pada tahun 2004 di Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali dengan dialek Terengganu Pantai,Terengganu Darat,Kelantan, Pahang, Pulau Tenggara, Jugra-Muar-Melaka-Johor, Sarawak, Tamiang, Deli, Riau Daratan, Akit, Sakai, Riau Kepulauan, Jambi Pesisir, Belitung, Kalimantan Barat Daya, Kalimantan Barat Hulu, Kalimantan Pesisir Barat Daya.

Melayu Bacan dituturkan 6 orang pada tahun 2012 di Bacan dan Kepulauan Mandioli Maluku Utara, Melayu Berau atau Merau dituturkan 11.200 orang pada tahun 2007 di Tanjung Pandan,Tanjungreder dan Muara Malinau di Sungai Segah, pesisir Laut Sulawesi dan kawasan selatan Sepinang dan Tanjung Batupeh.Melayu Bukit atau Bukat atau Meratus dituturkan 59.000 orang pada tahun 2007 di Sungai Sampanahan dan barat laut Limbungan Kalimantan Selatan.

Bahasa Melayu Tengah atau Bengkulu, Besemah, Enim, Lintang, Melayu Tengah, Midden Maleisch, Ogan, Pasemah, Semendo, Serawai dituturkan 1.590.000 orang pada tahun 2000 di bagian tengah Bukit Barisan ke Barat hingga Samudera India di propinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan terdiri dari dialek Serawai, Bengkulu, Semenda, Lintang, Benakat, Kisam, Pasemah, Kikim, Lematang Ulu, Ogan, Enim dan Rambang.

Bahasa Melayu Jambi atau Batin, Djambi, Jambi disebut Bahaso Daerah atau Bahaso Dusun dituturkan di Jambi dan Danau Dipatipan Bengkulu. Bahasa Melayu Kedah atau Pelat Utagha atau Melayu Kedahan, Melayu Satun dituturkan 2.600.000 orang pada tahun 2004 di Kedah, Perak, Perlis dan Pulau PInang. Bahasa Melayu   Kutai Kutabangun dituturkan 80.000 orang di Danau Semajang dan Melintang, sepanjang sungai Belayen dan lembah Mahakam tengah.Bahasa Melayu Makassar atau Macassarese Malay, Makassarese Malay, Sulsel Indonesian, Ujung Pandang Indonesian dituturkan 1.880.000 orang pada tahun 2000 di Kota Makassar sebagai bahasa kedua.

Bahasa Melayu Pattani atau Baso Jawi, Jawi-Malay, Yawi, oré Jawi dituturkan 1.000.000 orang pada tahun 2006 di propinsi Narathiwat, Pattani, dan Yala serta distrik Saba Yoi dan Thepha propinsi Songkhla Thailand.Melayu Sabah atau Bazaar Malay, Pasar Malay, Sabah Malay Dialect dituturkan 3.000.000 orang pada tahun 2012 di Sabah. Melayu Standard atau Bahasa Malayu, Formal Malay, Malay, Malayu, Melayu, Melayu Baku dituturkan di Semenanjung Malaysia, Sabah dan Serawak.

Bahasa Melayu Tenggarong Kutai, Minangkabau, Musi atau Baso Palembang atau Baso Sekayu,Melayu Negeri Sembilan,Bahasa Orang Kanaq, Orang Seletar, Pekal, Sekak dan Temuan
 ,

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Share Like