Skip to main content

Sumber Tertulis tentang Panai

Pannai merupakan negeri yang bertebaran lokasinya, mulai Pulau Panay di Filipina, Panai di Solok Selatan, Pane di Simalungun, Panai di Labuhan Batu dan Batang Pane di Padang Lawas. Di mana lokasi Panai berdasarkan sumber tertulis


Prasasti Tanjore

Terjemahannya oleh Google Translate :
telah mengirim banyak kapal di tengah lautan yang bergulung dan menangkap Samgrama-Vijayaottungavarman, raja Kadaram, bersama dengan gajah-gajahnya, yang melakukan pertarungan langka dan membawa kemenangan, - (mengambil) tumpukan harta besar, yang (raja itu) telah benar akumulasi; (lengkungan yang disebut) Vidyadhara-torana yang diletakkan di “gerbang” dari kota pedalamannya yang luas dilengkapi dengan perlengkapan perang; "permata gerbang", dihiasi dengan kemegahan besar; "gerbang permata besar" Sri-Vishaiya yang makmur; Pannai dengan minuman (mandi) air; Malaiyur kuno (dengan) sebuah benteng yang terletak di bukit yang bagus; Mayirudingam, dikelilingi oleh laut dalam (sebagai) parit; Ilangasogam (yaitu, Lankasoka) tidak gentar (dalam) pertempuran sengit; mappappalam, memiliki perairan tinggi sebagai pertahanan; Mevilimbangam, memiliki dinding yang bagus sebagai pertahanan; valaippanduru, memiliki (keduanya) lahan yang dibudidayakan (?) dan hutan; kepala sekolah (kota) Takkolam, dipuji oleh orang-orang hebat (berpengalaman dalam) sains; pulau Madamalingan, dari benteng yang kuat; Ilamuri-desam, dilengkapi dengan kekuatan yang matang secara ilmiah; Nakkavaram yang hebat, yang kebunnya (berlimpah-limpah) bunga menggiring madu; dan Kadaram, dengan kekuatan yang luar biasa, dilindungi oleh prajurit-prajurit yang mengenakan kalal; tanah devadana (milik kuil) dari Mahadeva di Vengurkkala-Tirukkalar di Purangarambai-nadu (sub-divisi) dari Arumolideva-valanadu, diukur ½ (veli) 19 ¼, 1/160 dan. . . . . Tanah ini termasuk kelebihan dan kekurangan (dalam pengukuran) dari bagian-bagian sekitarnya.

Prasasti Panai

Prasasti Panai ditemukan di Biaro Bahal I, Portibi, Padang Lawas Utara. Prasasti ini sebelumnya disebut dengan berbagai nama di antaranya Prasasti Batu Gana I, Prasasti Bahal I.Prasasti berbahasa Melayu Kuna, aksara pasca Pallawa atau Kawi akhir.

Transliterasi naskah :
… la na°i k. dańa [n]
… yaŋ di (da) laŋ savah na°ik.
… °ikat. (malava) n. (man)da [la]
… n. turun. manamat. °a
… (s) uńai {l} ńa parayunan. Maŋ hilirā
… kan. na°ik. {2/3}t. batu tanam. yaŋ di padaŋ
… (s)uńai marla(mpa)m. hilir.
… (?)u kami dańa(n) {2/3}n. pramana bhumi pańkana di yaŋ °a
… (na) (pa) {1} (ma) li (da) kuţi haji di {3}i mañusuk. bhumi °inan.
… dari kabayan. punya kuţi hinan. kuţi haji bava bvat. paņai samuha
Terjemahan naskah:
… naik dengan
… yang di (dalam) sawah naik
… (melawan) manda-
… turun mengakhiri
… sungai … perahu yang mengalir ke hilir/hanyut
… naik … batu tanam yang di padang
… Sungai yang ada ikannya di hilir
… pramana bumi/wilayah Pańkana kepada
… kuţi haji … mendirikan wilayah yang bermula di
… dari kabayan punya kuţi hinan dan kuţi haji yang dibawa untuk Paņai semuanya

Negara Kertagama

Sumber tertulis ketiga yang diketahui mengenai Panai adalah Kitab Negarakertagama yang ditulis pada tahun 1365 M. Dalam Kitab ini disebutkan beberapa negeri di Malayu (Sumatera) di antaranya :
Jambi,Palembang,Karitang
Tebo, Dharmasyraya
Kandis, Kahwas, Minangkabau
Siak, Rokan, Kampar
Pane,Kampe
Haru, Mandailing
Tamiang, Perlak
Barat, Lwas
Samudera, Lamuri
Batan, Lampung, Barus

Lokasi Pannai menurut catatan tertulis

Jika pannai diartikan dari vahni (panas/paneh), Batang Pane di Padang Lawas termasuk tempat yang tepat karena iklim daerah ini memang panas dan didukung oleh prasasti Panai. Namun, Sebagaimana prasasti Lobu Tua yang menyebut Barus Batanghari, belum tentu nama Panai dalam prasasti panai tersebut di Batang Pane.

Mengikuti Prasasti Tanjore, Pannai merupakan salah satu dari dua mandala Kedah selain Melayu Tua. Nama Pannai disebutkan lebih dahulu dari Malayu Tua yang bercirikan benteng di atas bukit atau dibentengi oleh bukit yang menunjukkan Mahat atau Muara Takus.Mengingat sebelum pendudukan Cola arah transportasi dari Kedah melewati Lamuri ke Barus (yang tidak disebut dalam prasasti Tanjore) baru kemudian menyusuri sungai ke Melayu, maka Pannai adalah daerah yang sebelumnya dikenal Barus (lama) yakni di aliran hulu Batang Hari dengan ciri pemandian yakni pancuran yang sangat banyak terdapat di negeri-negeri ini.

Negarakertagama menyebut nama-nama yang berhubungan seperti:
  1. Jambi, Indragiri, Keritang merupakan tiga buah negeri di hilir Batanghari, yakni Jambi di hilir Batanghari dan Palembang yang dapat dikatakan di hilir Jambi dan Keritang.
  2. Demikian pula Tebo Dharmasyraya dua negeri yang berdekatan
  3. Kandis (diperkirakan di Kuantan), Kahwas diperkirakan di Sijunjung (hulu Kuantan / muara Palangki, Ombilin, Sinamar dan Minangkabau di anak-anak sungai Kuantan (hulu Sinamar, Ombilin)
  4. Siak, Rokan dan Kampar adalah negeri-negeri yang berdekatan
  5. Tamiang dan Perlak adalah dua negeri yang berdekatan
  6. Haru diperkirakan di hilir Barumun dan Mandailing di hulu Barumun
Menarik sekali Pane dan Kampe. Pane di sini tentu bukan Pane Padang Lawas karena tentu dibunyikan Haru, Pane, Mandailing; bukan pula Pane Labuhan Bilik karena tentu dibunyikan Pane, Haru, Mandailing bukan pula Pane Simalungun karena padanan yang paling mungkin pulau Kampai masuk wilayah Tamiang.

Alternatif paling mungkin Pane Kampe adalah Kerajaan Panai dan Kerajaan Kampai di Sungai Pagu sebelum masuknya Kerajaan Malayu (kiriman Pagaruyung) dan Kerajaan Tigalaras (bentukan Perpatih Nan Sebatang). Sebelum Rajo Alam dan Rajo Tigalaras muncul di alam Surambi Sungai Pagu, kedua kerajaan ini merupakan dua kerajaan kembar yang mengembangkan tradisi raja-raja kembar di Indrapura (raja hilir dan raja hulu), di Barus Tarusan / Sungai Nyalo (raja Barus/Tarusan (hilir) raja Pancur (hulu/Batang Barus) dan di Barus Tapanuli (raja Barus di hilir, raja Fansur di hulu).

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Share Like