Skip to main content

Suku Marga Etnis Minang dan Etnis Terkait

Orang Minang memiliki suku-suku berdasarkan garis matrilineal. Kemiripan bahasa dan sistem persukuan ini kemudian menimbulkan pro kontra, yakni klaim seluruh etnis yang memiliki kemiripan ini sebagai etnis Minang, bisa diterima tetapi juga ditolak.

Sistem Persukuan Etnis Minang dan Etnis Terkait

Ada beberapa pendapat tentang sistem persukuan di Negeri Minang dan Sumatera, yakni pendapat bahwa sistem ini merupakan pengaruh dari agama Hindu dan pendapat yang menyatakan bahwa sistem ini merupakan warisan leluhur Austronesia.

Warisan Hindu

Sistem Persukuan pada masyarakat Minang dan sistem Marga pada masyarakat Mandailing adalah pengaruh dari agama Hindu. Masyarakat Hindu merupakan masyarakat kasta. Suatu kasta terbentuk dari orang yang memiliki jati yang sama. Suatu kasta menduduki varna tertentu. masyarakat suatu kasta terdiri dari berbagai kulam/kilai/gohtra yang dari berbagai garis keturunan (bangsa).Syarat perkawinan adalah satu jati, satu varna, berbeda kulam. Perkawinan satu kulam terlarang sama halnya perkawinan berbeda jati,berbeda varna.
Perbandingan Sistem Kasta Hindu dengan Persukuan
  1. Jati = Laras
  2. Kulam/Kilai/Gohtra = Suku
  3. Marumakkathayam = Sumando
  4. Manimakkathayam = Manjujur

Warisan Austronesia

Sistem persukuan pada masyarakat Minang merupakan warisan Austronesia/Austroasiatik karena merupakan tradisi asli warisan. Selain Basque di Eropa, dan beberapa etnis di India Selatan, sistem matrilineal hanya dijumpai pada masyarakat Austronesia Madagaskar (Afrika Timur), Minang dan Sasak (Indonesia), beberapa etnis Austroasiatik di India Tenggara dan Cina Selatan.

Suku-Suku

Suku menurut orang Minang berarti seperempat, karena di setiap negeri dilazimkan adanya 4 suku.
Minang
  1. Bodi
  2. Caniago
  3. Koto
  4. Piliang
Baru kemudian ditambah Suku dari Laras Nan Panjang : Malayu.
Rao
  1. Ompu
  2. Kandang Kopuh
  3. Mandailing
  4. Pungkut

Sungai Pagu dan Pesisir Selatan
  1. Malayu
  2. Panai
  3. Kampai
  4. Tigo Lareh

Siak Pelalawan
  1. Kampar
  2. Tanah Datar
  3. Lima Puluh
  4. Pesisir

Cerenti Kuantan
  1. Malayu
  2. Paliang Soni
  3. Patopang
  4. Piliang Lowe
Baru kemudian ditambah Nan Enam, Kampung Tengah dan Piliang Soni Kecil dan Domo.
Kubu Rokan
  1. Rao/Rawa
  2. Hambaraja
  3. Haru
  4. Bebas

Comments

Popular posts from this blog

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Lubis

Marga Lubis merupakan salah satu dari empat marga terbesar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa Siregar adalah murni eksodus Batak, sementara 3 marga besar dan sejumlah marga kecil lainnya berasal dari suku asli, yakni Lubis dari suku Lubu, Harahap dari suku Ulu dan Nasution dari campuran orang-orang pesisir berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Pendapat lain, Lubis adalah kula batak varna Ksatria dari Jati CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra Borbor. Bagaimana riwayat penyebaran etnografis Marga Lubis?.

Silsilah Sailendra dan Pandya

Asal usul Sailendra dipertanyakan, ada yang menduga dari India, dari Kamboja dan dari Sumatera asli. Pendapat dari nusantara asli karena dalam prasasti-prasastinya menggunakan campuran bahasa Melayu Kuno, Jawa Kuno dan Sanskerta.

Share Like