Skip to main content

Daerah Islam Pertama di Indonesia

Di manakah Islam pertama kali tiba di Indonesia?Apakah Pasai di Aceh, Barus di Sumatera Utara atau Banda Aceh?Hingga kini, perhatian ke arah itu belum pernah ada.

Aceh, tumpang tindih sejarah

Aceh merupakan kandidat tempat pertama yang dimasuki Islam di Indonesia, namun demikian kejelasan sejarahnya sangat kabur.

Bahasa Aceh memang dekat dengan bahasa Melayu. Bahasa Aceh tergolong rumpun bahasa Chamik, yang hubungannya paling dekat dengan bahasa Melayu dibandingkan bahasa-bahasa dalam rumpun Melayu-Sumbawa yang dikategorikan oleh sejarahwan bahasa Adelar yakni : Sunda, Madura, Bali,Sasak dan Sumbawa(atau dan Jawa Ngoko). Namun demikian, bahasa Aceh merupakan suatu bahasa terisolasi dari rumpun Chamik.Kerabat bahasa ini adalah bahasa Jarai yang dituturkan 262 ribu jiwa di Vietnam dan Kamboja dan bahasa Cham yang dituturkan 204 ribu jiwa di Kamboja dan 79 ribu jiwa di Vietnam. Selain itu ada beberapa bahasa Chamik dengan jumlah penutur kecil di Kamboja dan Vietnam.

Meskipun Proto Chamik diperkirakan dibawa ke Indocina dari Semenanjung atau Kalimantan, tetapi bahasa Aceh sendiri adalah pecahan dari Proto Chamik yang berkembang di Indocina.

Bahasa Aceh berbeda dengan bahasa Nikobar di utaranya (rumpun Munik), Gayo di selatannya, dan Melayu di timur atau baratnya.

Dari fakta-fakta tentang sejarah bahasa Aceh tersebut, jelas bahwa bahasa Aceh adalah bahasa yang dibawa dari Indocina ke Sumatera, sebaliknya prasasti-prasasti dan berbagai manuscript menunjukkan bahwa sebelum Kesultanan Aceh, dituturkan jenis bahasa lain di Aceh sebelumnya. Pasai dan Perlak mempergunakan bahasa Jawi, yakni ragam bahasa Melayu yang dekat dengan dialek Kedah dan Patani. Sumber-sumber tentang Lamuri sangat sedikit, tetapi dapat diperkirakan bahwa bahasa yang dipergunakan kalau tidak serumpun dengan Gayo, bisa jadi rumpun Urak Lawoi atau rumpun Melayu Jawi/Kedah.

Setelah Kesultanan Aceh berdiri, terjadi tumpang tindih sejarah antara sejarah Aceh sebelum kedatangan orang Champa dan sejarah orang Champa Aceh di Champa sebelum migrasi ke Aceh.Terjadi pempribumian tempat-tempat dan tokoh-tokoh Champa di Aceh sehingga sejarah Aceh sebelum masuknya Champa menjadi kabur.

Aceh didaulat sebagai tempat pertama Islam masuk, tetapi meski termasuk daerah yang awal dimasuki Islam, ada tempat lain yang mendahului Aceh

Tumpang Tindih Penanggalan Fansur/Barus

Manuscript-manuscript luar dan dalam negeri menunjukkan urutan masuknya Islam ke Indonesia adalah Fansur - Lamuri - Haru - Perlak - Pasai.Meskipun jarak waktu kedatangan Islam ke daerah-daerah tersebut agak bersamaan, tetapi karena pelayaran pada masa itu juga berbulan-bulan dan waktu singgah dalam penyebaran agama Islam pada masing-masing tempat juga tidak akan singkat.

Meskipun Barus/Fansur telah diketahui sebagai tempat awal masuknya Islam, tetapi lokasi pastinya kemudian kabur. Berbagai kutipan tentang peninggalan Islam di Barus diperkirakan memakai penanggalan yang tumpang tindih antara Masehi dan Hijriah, yakni abad 7 Hijriah dianggap abad 7 M, padahal abad 7 H adalah abad 13 M. Abad 13 M, merupakan abad masuknya Islam yang telah terverifikasi oleh manuscript luar dan dalam negeri, tetapi dengan penafsiran menjadi abad 7 M, timbullah spekulasi Islam telah masuk sejak kemunculan Islam itu sendiri.

Lokasi Barus

Barus dan Lamuri adalah dua pelabuhan dagang internasional yang telah terkenal di dunia sebelum kedatangan Islam di Indonesia. Tetapi, terjadi kekeliruan mengenai lokasi baru ini, karena pasangan Barus Fansur di Indonesia ada dua, yakni :
  1. Nagari Barus dan Nagari Pancur di Batang Barus Pesisir Selatan Sumatera Barat
  2. Nagori Barus dan Nagori Fansur di Tapanuli Tengah

Barus dan Fansur awal

Hikayat-hikayat kerajaan Barus dan Fansur sendiri menunjukkan bahwa Barus dan Fansur di Tapanuli Tengah baru berdiri menjelang berdirinya Kesultanan Aceh atau sekitar penguasaan Portugis di Malaka, yakni sekitar abad 16 M. Sultan Ibrahim Pasaribu sendiri mengakui bahwa beliau datang dari Barus Tarusan karena kerajaannya (Barus Tarusan) dihancurkan oleh Portugis.

Daerah Tapanuli sendiri menurut catatan Arab abad 10 M, merupakan daerah tersendiri yang terletak antara Barus dan Lamuri. Daerah ini dalam Ajaib al-Hind disebut Teluk Lulubilang suatu tempat yang menakutkan karena ada kanibal berekor.

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Antara Minangkabau dan Melayu

* Sebuah Hipotesis Etnografis * Masyarakat yang mendiami perbatasan Riau dengan Sumatera Barat memiliki budaya yang hampir sama dengan masyarakat Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sama-sama berujung ‘o, ek, eh dan sebagainya yang kalau diperbandingkan persamaan antara bahasa Melayu mereka dengan bahasa Melayu Riau/Johor lebih jauh dibandingkan persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Share Like