Skip to main content

Rumpun Bahasa Batang Hari Hilir

Tempat asal Melayu dan Sriwijaya senantiasa diperdebatkan. Palembang, Jambi dan Riau adalah tiga daerah yang selalu disebut-sebut. Jambi, konon merupakan pusat Kerajaan Melayu Tua dan kemudian Dharmasyraya.Sebagai daerah bekas pusat Melayu, bagaimana bahasa Melayu di Jambi?


Geografis bahasa Batang Hari Hilir

Hingga saat ini, para peneliti bahasa Jambi dan Palembang hanya berpatokan pada lingkup geografis propinsial bahasa tersebut. Penelitian bahasa Melayu di Palembang misalnya, berpatokan pada bahasa Palembang dan bahasa-bahasa Sumatera Selatan di antaranya :

  1. Bahasa Melayu Palembang dan Bahasa Melayu Penesak.
  2. Bahasa Melayu Basemah dan Bahasa Serawai.
  3. Bahasa Melayu Kayu Agung
  4. Bahasa Melayu Komering
Sebaliknya Pusat Bahasa Kemendikbud membagi bahasa di Sumatera Selatan atas 6 (enam) jenis yakni :

  1. Bahasa Melayu, 9 dialek (Palembang Sukabangun, Kisam, Muara Saling, Selangit, Rupit, Bentayan, Palembang 16 Ulu, Padang Bindu dan Talang Ubi).
  2. Bahasa Ogan.
  3. Bahasa Pedamaran.
  4. Bahasa Kayu Agung 9 dialek (Lintang, Kimak, Pagar Dewa, Pematang, Penesak, Kayu Agung Perigi, Kikim, Lubuk Rumbai dan Ngulak).
  5. Bahasa Komering 2 dialek (Pulau Negara dan Aji).
  6. Bahasa Lematang 5 dialek (Pegagan, Lematang Lahat, Lematang Ujan Mas Lama, Rambutan dan Rambang).

Dari kelompok bahasa tersebut, Bahasa Melayu Palembang dan Bahasa Melayu Penesak memiliki kedekatan dengan Bahasa Jambi. Bahasa Melayu Palembang dapat dikatakan Bahasa Melayu Penesak yang telah dimasuki unsur Jawa.
Bahasa di Jambi dibagi  3 kelompok yakni :

  1. Melayu 8 dialek (Tanjung Jabung Timur, Kota Jambi, Muara Jambi, Batang Hari, Tebo, Bungo, Sarolangun, Marangin)
  2. Minangkabau (Danau Teluk dan Batang Asai)
  3. Kerinci 7 dialek (Gunung Raya, Danau Kerinci, Sitinjau Laut, Sungai Penuh, Sungai Tutung, Belui Air Hangat dan Gunung Kerinci).


Rumpun Bahasa Batanghari Hilir

Rumpun Bahasa Batanghari Hilir bermula di hilir perbatasan Dharmasy Raya dengan Jambi. Bahasa ini berkembang di sepanjang Batang Hari Jambi dan hilir Musi Palembang dan sekitarnya (yakni meliputi Bahasa Penesak dan Palembang). Akibat pengaruh Jawa, Bahasa Jambi dan Palembang kemudian mengalami perbedaan dengan bahasa tetangganya, yakni antara Bahasa Palembang dengan Bahasa Penesak dan antara Bahasa Jambi dengan bahasa Tebo. 

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Antara Minangkabau dan Melayu

* Sebuah Hipotesis Etnografis * Masyarakat yang mendiami perbatasan Riau dengan Sumatera Barat memiliki budaya yang hampir sama dengan masyarakat Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sama-sama berujung ‘o, ek, eh dan sebagainya yang kalau diperbandingkan persamaan antara bahasa Melayu mereka dengan bahasa Melayu Riau/Johor lebih jauh dibandingkan persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Share Like