Skip to main content

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.


Etimologi Arti Kata Pulungan

Pada umumnya perhatian mengenai marga lebih kepada silsilah yang mana orang-orang yang memiliki family name yang sama berusaha menyatukan silsilah. Sesuatu hal yang kemudian terbentur pada fakta, bahwa pemilik family name yang sama belum tentu berasal dari turunan yang sama. Sebaliknya, sedikit sekali yang membahas tentang etimologi dan riwayat terbentuknya marga tersebut.

Kata Pulungan diperkirakan berasal dari bahasa Melayu Kuna yang berarti ramuan atau pungutan atau bantuan. Meskipun arti memungut , meramu dan membantu pada saat ini sudah jauh tetapi perkembangan artinya masih dapat ditelusuri. Meramu pernah berarti memungut, yakni mengumpulkan buah-buahan, daun-daunan dan molusca sebagai sumber makanan dan obat-obatan. Pada akhirnya, kata ini bergeser terbatas pada mengumpulkan dedaunan obat-obatan dan akhirnya menjadi meracik obat-obatan. Sementara kata yang berhampiran tulung, yang pada mulanya berarti membantu meracik obat bergeser menjadi menolong sebagai sekarang.

Dari etimologi tersebut terkandung tiga makna yang berkemungkinan menjadi riwayat marga pulungan :

  1. Suatu marga yang terbentuk dari ramuan berbagai etnis
  2. Suatu marga yang memiliki jiwa menolong, artinya membantu kelompok yang masyarakat terdampar ke wilayah tersebut
  3. Suatu marga yang memiliki keahlian pengobatan


Silsilah

Sebagai mana umumnya marga-marga di Tanah Mandailing tidak terlepas dari pembahasan silsilah, meskipun terjadi simpang siur di sana sini.Marga Pulungan dipercaya berasal usul dari tokoh yang bergelar Sutan Pulungan, yang silsilahnya ada beberapa versi :
  1. Versi pertama menyatakan bahwa Marga Pulungan merupakan keturunan dari seorang dukun sakti asal Bugis bernama Daeng Malewa yang mengobati Raja Pijorkoling bermarga Harahap yang kemudian menikahi puterinya dan melahirkan tiga putera : Si Panabari (leluhur marga Pulungan di Sipanabari, Angkola Jae, Si Lagi (leluhur marga Pulungan di Simalagi, Mandailing) dan Si Bargot (leluhur Marga Pulungan di Hutabargot). Daeng Malewa ini ternyata juga memiliki keahlian Pandai Besi sehingga diberi gelar Namora Pande Bosi oleh Raja Sigalangan (Isori Dalimunthe) yang kemudian menjadi leluhur marga Lubis dan Hutasuhut
  2. Marga Pulungan didirikan oleh Sutan Pulungan yang berasal dari Ulakan Pariaman, yang masuk dari muara Batang Singkuang


Riwayat

Tanah Mandailing terbagi atas dua bagian Mandailing Godang dan Mandailing Julu. Etnis pertama yang mendiami wilayah ini adalah Suku Lubu yang merupakan keturunan masyarakat Hindu Minangkabau dan Suku Ulu yang merupakan keturunan masyarakat Hindu Melayu tua. Suku Ulu ini diperkirakan telah menetap di daerah ini pada abad 2 M.

Kemudian tiba di sini Namora Pande Bosi, yang konon adalah Daeng Malewa merupakan keturunan Bugis, tetapi berdasarkan catatan dari patung peninggalan raja Gunung Tua Padang Lawas, sebenarnya bernama Surya, berkemungkinan seorang bangsawan Chola atau seorang petinggi dari Padang Lawas.

Namora Pande Bosi menikahi etnis Lubu, etnis Ulu dan etnis Padang Lawas sendiri. Keturunan Namora Pande Bosi dengan etnis Padang Lawas tetap tinggal di Hutanopan Padang Lawas, sementara keturunan dengan etnis Lubu kemudian menjadi marga Lubis Kotanopan Mandailing Julu, sementara keturunan dengan etnis Ulu menjadi marga Harahap di Pijorkoling Angkola.

Para pendatang dari berbagai etnis di Mandailing Godang yang kaya akan emas terutama dari Pariaman, Tanah Datar dan Agam Sumatera Barat dan dari Padang Lawas, kemudian mengambil keturunan Namora Pande Bosi dari Pijor Koling sebagai raja di Hutabargot yang akhirnya menjadi marga Pulungan. Kemudian datang pendatang dari Barus/Panai (Solok Selatan/Pesisir Selatan) yang diperkenankan untuk mendirikan kerajaan sendiri di Runding.

Namun kemudian Pulungan harus menyerahkan Mandailing Godang kepada marga Nasution yang pemimpinnya Sibaroar diakui oleh Tuanku Rajo Nan Sakti, raja Pagaruyung sebagai anak kandungnya.

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Share Like