Skip to main content

Kerajaan Lamuri

Nama Lamuri telah tenggelam oleh nama Aceh Darussalam, padahal kerajaan ini telah wujud jauh sebelum para bangsawan Champa menggagas negara Pan-Islam di Jaziratul Jawi tersebut. Lamuri padahal merupakan kerajaan yang termashur dan disegani oleh Cola sebagaimana tersebut pada prasasti Tanjore.


Masa Hindu

Catatan tentang Lamuri pada masa Hindu diketahui dari beberapa sumber :

  1. Abad IX M. Ibn Khurdadhbih. Melewati Serendib adalah pulau Rami, di mana badak dapat terlihat. Pulau tersebut menghasilkan bambu dan kayu sepang yang akarnya merupakan penangkal racun mematikan. Negeri ini juga menghasilkan pohon kampur yang tinggi.
  2. Abad IX M. Buku Teks Akhbar al Sin wal Hind, menyatakan Ramni menghasilkan banyak gajah, kayu sepang dan bambu. Pulau itu dicuci oleh dua lautan yakni Harkand dan Salahit. 
  3. 916 M. Abu Zaid Hasan, menyatakan salah satu daerah kekuasaan Maharaja Zabaj adalah pulau Rami (Ramni) seluas 800 parasang, penghasil kayu sepang, kampur dan lainnya.
  4. 943 M, Masudi menyatakan Pulau Ramin /Ramni terletak 1000 parasang dari Serendib. Berpenduduk dan diperintahi raja dengan penghasilan pertambangan emas. Di dekatnya terletakan tanah Fansur yang menghasilkan camfur Fansuri yang hanya ditemukan banyak di sana di tahun-tahun yang banyak badai dan gempa bumi.
  5. 1000 M, Muhammad Ibnu Babishad dalam Ajaib al-Hind menyatakan di Pulau Lamuri terdapat zarafa yang tidak terlukiskan tingginya. Dikatakan pelaut-pelaut yang terdampar terpaksa pergi dari tetangga Fansur ke Lamuri, menahan diri dari bergerak malam karena takut zarafa ini. Di kepulauan ini, terutama di pulau Lamuri terdapat semut besar. Di Lulubilank, yang merupakan teluk dari sebuah lautan, ada orang yang memakan orang.Kanibal ini memiliki ekor dan tinggal antara Tanah Fansur dan tanah Lamuri.
  6. 1025 M, Ilamuridesam menjadi sasaran serangan Rajendra Cola (prasasti Tanjore).


Masa Islam

Naskah-naskah yang saling mendukung seperti Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) dan Bustanus Salatin yang telah dijadikan banyak bahan pendukung penelitian oleh para sejarahwan dunia, menyebutkan bahwa Lamuri merupakan kerajaan kedua di Nusantara yang rajanya memeluk agama Islam dengan pengesahan langsung dari Syarif Makkah setelah Raja Barus.

Sebagaimana empat kerajaan lainnya yang sama-sama disahkan pengislamannya oleh Syarif Makkah, tidak ada penjelasan kenapa status kesultanan tidak didapatkan oleh Lamuri dan justru jatuh pada Samudra Pasai yang baru didirikan. Naskah yang memuat catatan tentang Kesultanan Lamuri dari masa Pra-Aceh sampai saat ini belum ditemukan. Bisa jadi turut dimusnahkan oleh Sultan Aceh bersamaan naskah-naskah Hamzah Fansuri, yang salah satu karyanya yang mashur adalah naskah riwayat Kesultanan Barus.

Namun dikabarkan, dari 84 nisan yang tersebar di 17 lokasi pemakaman, didapat nama 10 orang yang diduga penguasa muslim Lamuri. Nama-nama tersebut adalah :
  1. Malik Syamsuddin (wafat 822 H/1419 M)
  2. Malik 'Alawuddin (wafat 822 H/1419 M)
  3. Muzhhiruddin. Diperkirakan seorang raja, tanggal wafat tidak diketahui. 
  4. Sultan Muhammad bin 'Alawuddin (wafat 834 H/1431 M)
  5. Malik Nizar bin Zaid (wafat 837 H/1434 M)
  6. Malik Zaid (bin Nizar?) (wafat 844 H/1441 M)
  7. Malik Jawwaduddin (wafat 842 H/1439 M)
  8. Malik Zainal 'Abidin (wafat 845 H/1442 M)
  9. Malik Muhammad Syah (wafat 848 H/1444 M)
  10. Sultan Muhammad Syah (wafat 908 H/1503 M

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Antara Minangkabau dan Melayu

* Sebuah Hipotesis Etnografis * Masyarakat yang mendiami perbatasan Riau dengan Sumatera Barat memiliki budaya yang hampir sama dengan masyarakat Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sama-sama berujung ‘o, ek, eh dan sebagainya yang kalau diperbandingkan persamaan antara bahasa Melayu mereka dengan bahasa Melayu Riau/Johor lebih jauh dibandingkan persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Share Like