Skip to main content

Marga Harahap

Marga Harahapmerupakan salah satu dari empat marga terbesar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa Siregar adalah murni eksodus Batak, sementara 3 marga besar dan sejumlah marga kecil lainnya berasal dari suku asli, yakni Lubis dari suku Lubu, Harahap dari suku Ulu dan Nasution dari campuran orang-orang pesisir berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Sementara pendapat lain, Harahap adalah kula Batak Kasta Ksatria dari Jati CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) dari gotra BORBOR.  Bagaimana riwayat penyebaran etnografis Marga Harahap?.


Menurut Ja Endar Muda

Dalam Tambo Mandailing, Ja Endar Muda hanya menyebutkan suku Nasution dan suku Lubis. Nasution di Mandailing Godang / Batang Natal dan Lubis di Mandailing Ulu Kecil / Pakantan.


Menurut Mangaraja Onggang Parlindungan

Marga Harahap merupakan pecahan dari Toga Borbor di Habinsaran Toba. Tidak seperti Lubis, Harahap bermigrasi boyong kaum.Tidak seorang pun yang ditinggalkan. Mula-mula mereka pindah ke Timur, dari Dataran Tinggi Habinsaran menyusuri Sungai Kualuh, memasuki padang rumput Padang Lawas. Daerah padang rumput tidak memungkinkan pertanian, sehingga mereka melepaskan pertanian menjadi penggembala.Pengendara kuda mengembara mencari panjampalan (daerah penggembalaan).Hanya dalam 2 generasi, mereka menguasai daerah yang maha luas antara Rokan dan Asahan. Gunung Tua di tepi Barumun, menjadi pusat peternakan.
Tidak ada pertanian tidak ada beras. Langgapayung menjadi tempat transit. Marga Harahap membeli beras dan menjadi pemasok dendeng untuk kapal-kapal Labuhan Bilik, pelabuhan pelopor sebelum Belawan di Sumatera Timur. Orang-orang marga Harahap menjadi peternak kaya.
Tetapi tidak semuanya merasa nyaman dengan ketergantungan beras dari jual beli. Ada yang ingin menanam sendiri.Mulailah mangaririti tano (mencari tanah pertanian). memudiki Barumun memasuki Sipirok di Bungabondar, Hasang dan Hanopan.Tetapi Sipirok telah jadi tanah garing karena dibakar habis oleh Lubis. Turun ke Angkola pun demikian, habis terbakar. Tetapi, daerah ini malah bertambah subur karena tanah rendah. Top soil Sipirok terakumulasi di sini. Marga Harahap menetap di Angkola, mendirikan rumah, tidak lagi tinggal di bawah bintang yang cemerlang.


Feodalisme Harahap

Tumbuhlah kemudian pertuanan-pertuanan, di antaranya Losung Batu, Batunadua dan Hutarimbaru yang kemudian ditiru oleh Siregar di Sipirok dan Nasution serta Lubis di Mandailing.

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Antara Minangkabau dan Melayu

* Sebuah Hipotesis Etnografis * Masyarakat yang mendiami perbatasan Riau dengan Sumatera Barat memiliki budaya yang hampir sama dengan masyarakat Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sama-sama berujung ‘o, ek, eh dan sebagainya yang kalau diperbandingkan persamaan antara bahasa Melayu mereka dengan bahasa Melayu Riau/Johor lebih jauh dibandingkan persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Share Like