Skip to main content

Marco Polo di Java

Pelaut terkenal Marco Polo adalah orang Eropa yang tiba masa Kekaisaran Khan Mongol di Cina.Catatan Marco Polo menjadi rujukan dan inspirasi bagi para penjelajah Eropa. Sebelum adanya kisah Marco Polo, timur hanya diketahui sebagai tempat misteri, tempat Tuhan mereka dilahirkan. Hanya saja, karena hubungan yang tidak baik dengan Timur Tengah, mereka harus mencari jalan baru, yang pada akhirnya berakibat ditemukannya benua Amerika, Afrika Barat, Afrika Selatan, Filipina dan Maluku.

Masa Perjalanan Marco Polo

Marco Polo adalah bangsawan Venesia, lahir pada tahun 1254 M. Ayahnya Nicolo Polo, bersama pamannya Maffeo Polo, pada tahun 1260 M mengadakan perjalanan dagang ke Krimea, tetapi terhalang pulang oleh perang Tartar sehingga mereka maju ke Gurun Bukhara. Pada tahun 1265, mereka mengunjungi Kubilai Khan yang mencari tahu tentang kehidupan di Eropa.Kubilai Khan mengirimkan mereka balik ke Eropa dengan tugas mengirimkan 100 orang misionaris untuk mengkristenkan orang Cathay.Setelah tiga tahun perjalanan mereka tiba di Acre dari Cathay dengan berita Paus meninggal. Tahun 1269, barulah tiba kembali di Venesia dengan kenyataannya isterinya telah meninggal.

Tugas yang diembankan Kubilai Khan ternyata gagal. Tahun 1271 M, Nicolo berangkat untuk memberitahukan Khan, dengan membawa Marco Polo yang berusia 19 tahun.Tahun 1275, keluarga Polo tiba di Shangtu, dekat Peking.Setelah 17 tahun melayani Khan, ketiga Polo pulang ke Venesia sebagai orang kaya.Tetapi perjalanan pulang melalui darat ternyata berbahaya. Arghun Khan Persia mengirimkan duta mengabarkan hal tersebut, sehingga perjalanan ke Persia harus ditempuh melalui jalur laut.Pada permulaan tahun 1292 M, mereka berlayar dari Cina.Setelah dua tahun, 1294 M, barulah tiba di Persia, yang mana Khan Persia telah meninggal. Tahun 1295 M, barulah mereka tiba kembali di Venesia, yang kemudian berperang dengan Genoa.7 September 1296 M, kapal Marco Polo dikalahkan Genoa dan dibawa sebagai tawanan Genoa. Pada masa itu ditulis kisahnya dalam bahasa Perancis yang kurang bagus. Tahun 1299 M, beliau dikembalikan ke Venesia.Kehidupannya setelah itu, tidak banyak diketahui.

Sebelum ke Jawa

Marco Polo berangkat dari pelabuhan Zai-tun. Zaitun adalah sebutan bangsa Arab untuk kota pelabuhan ci-tong (Quanzhou). Dari Zaitun inilah kata satin, nama jenis tenunan.

Seribu lima ratus mil kemudian mencapai teluk Keinan (Teluk Tonkin, barat Hai nan). Setelah melewati teluk tersebut, mencapai negeri Ziamba (Champa). Rajanya bernama Accambale.

Pulau Jawa

Meninggalkan Champa, mengarah antara selatan dan tenggara, seribu lima ratus mil akan mencapai pulau yang sangat besar, yakni Pulau Java (Pulau Kalimantan) yang merupakan pulau terbesar di dunia, jika dikelilingi di atas tiga ribu mil, merupakan negeri penghasil lada, merica, cengkeh, lengkuas dan berbagai produk kaya lainnya. Emas yang dihasilkan tidak terhitung, dari sana pedagang Zai-tun dan Manji mengimpor.

Pulau Sondur dan Kondur

Meninggalkan Jawa (Kalimantan) mengarah ke selatan dan barat daya, kira-kira tujuh ratus mil, akan tiba di dua pulau, yang terbesar Sondur yang lainnya Kondur. Keduanya tidak berpenghuni. Lima puluh mil di tenggara dari pulau ini, mencapai Negeri Lochac, sebuah kerajaan yang mandiri. Di negeri ini, kayu sepang dihasilkan dalam jumlah besar. Gajah ditemukan.Emas berlimpah hingga ke tingkat yang tidak dapat dipercaya.Di sini mereka mengolah buah berci (manggis). Negeri ini penuh rimba dan pegunungan.

Pulau Pentan

Berangkat dari Lochac ke selatan, masih mengarah ke selatan kira-kira lima ratus mil, akan mencapai Pulau Pentan.Pantainya berimba dan belum diolah, tetapi hutan penuh dengan kayu beraroma manis.

Antara Lochac dan Pentan, laut pada tempat 60 mil, dalamnya tidak lebih empat depa.

Kerajaan Malaiur

Setelah berlayar enam puluh mil, di arah tenggara, dan kemudian melanjutkan tiga puluh mil, mendarat di pulau dengan rajanya sendiri, Malaiur, Kotanya besar dan terbangun baik.

Pulau Java Minor

Meninggalkan pulau Pentan dan masih arah tenggara, kira-kira seratus mil, kita sampai di Pulau Java Minor. Kecil disebut nama, tetapi kelilingnya kira-kira dua ribu mil.

Delapan Raja Java Minor

Di Java Minor ada delapan kerajaan dengan bahasanya sendiri-sendiri. Masing-masing bahasa berbeda. Kerajaan-kerajaan diperintah oleh terlalu banyak raja.Penduduknya penyembah berhala (Hindu).

Enam dari Delapan Kerajaan dikunjungi Marco Polo

  1. Felech (Perlak), penduduknya kebanyakan penyembah berhala. Tetapi, yang di pesisir sudah berpindah ke Mahomet (Islam) oleh pedagang Saracen(Siria) Masyarakatnya yang tinggal di gunung, makan daging manusia.
  2. Basman, di negeri ini banyak gajah liar dan badak dan berbagai kera. Dilaporkan penghormatan terhadap makhluk manusia kecil (mantir) yang dikatakan dibawa dari India adalah tipuan. Ada spesies monyet yang menyerupai manusia, dicukur rambutnya hingga mirip manusia, kemudian dikeringkan.
  3. Samara, meninggalkan Basman memasuki Samara. Di sini Marco Polo tinggal lima bulan. Masyarakat penyembah berhala, masyarakat diperintah pangeran yang kuat.Negeri ini penghasil ikan terbaik yang tidak dapat ditemukan di mana pun di dunia. Tidak ada ladang, tetapi orang hidup dari beras. Anggur tidak ada dibuat, tetapi mereka menampung air yang disadap dari sejenis pohon kurma (air nira).
  4. Dragoian, dihuni masyarakat yang belum teratur, penyembah berhala. Apabila ada yang sakit, dikirim ke dukun, yang mengamati dimasuki roh jahat. Jika ia ada orang tertentu yang mencekik, memotong tubuhnya menjadi potongan, dan kemudian dimakan beramai-ramai.
  5. Lambri, merupakan penghasil kayu sepang, kapur dan berbagai obat-obatan. Kayu sepang digunakan sebagai obat dan pewarna.
  6. Fanfur,adalah sebuah kerajaan di pulau yang sama, diperintah oleh pangerannya sendiri, di mana orang-orang juga menyembah berhala, dan mengaku patuh pada grand khan.
Di bagian negara ini, spesies kapur barus, yang jauh lebih unggul dalam kualitasnya, diproduksi. Ini diberi nama kamper Fanfur, dan dijual karena beratnya dalam emas.

Tidak ada gandum atau jagung lain, tetapi makanan penduduknya adalah beras, dengan susu, dan anggur yang diambil dari pohon dengan cara yang telah dijelaskan dalam bab yang menghormati Samara. Mereka juga memiliki pohon yang, dengan proses tunggal, mereka memperoleh semacam makanan.

Batangnya tinggi, dan setebal dapat digenggam oleh dua pria. Ketika dari kulit luar ini dilucuti, substansi lignium ditemukan sekitar tiga inci ketebalan, dan bagian tengah diisi dengan empulur, yang menghasilkan makanan atau tepung, menyerupai yang diperoleh dari biji.

Intisari dimasukkan ke dalam bejana yang diisi dengan air, dan diaduk dengan tongkat, agar serat dan kotoran lainnya naik ke atas, dan bagian murni jauh-jauh mereda ke bawah.

Ketika ini telah dilakukan, air dituangkan dan tepung yang tersisa, melepaskan semua materi asing, digunakan untuk digunakan, dengan membuatnya menjadi kue dan berbagai jenis kue.
Tentang ini, yang menyerupai roti barley dalam penampilan dan rasa, Marco Polo telah sering makan, dan dia membawanya pulang ke Venesia.

Kayu sekitar tiga inci (seperti yang telah disebutkan), dapat dibandingkan dengan besi dalam hal ini, yang ketika dilemparkan ke air itu segera tenggelam. Ia mengaku terbagi dua arah dari satu ujung ke ujung yang lain, seperti tongkat bambu. Dari sini penduduk asli membuat tombak pendek: apakah mereka memiliki panjang yang cukup panjang, berat badan mereka akan membuat tidak mungkin untuk membawa atau menggunakannya.

Mereka diasah di salah satu ujungnya, dan menjadi sangat keras sehingga mereka mampu menembus segala jenis baju besi, dan masuk
banyak hal lebih disukai daripada besi.

Apa yang kami katakan tentang masalah kerajaan ini (salah satu divisi dari pulau) sudah cukup. Melanjutkan lebih jauh, kita selanjutnya akan menggambarkan sebuah pulau kecil bernama Nocueran

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Kerajaan Batas

Pada saat Portugis menguasai Malaka, ada dua kerajaan yang beribukota Pane, yakni Aru dan Batas. Kerajaan Batas tidak pernah terpublikasi, keduanya selalu dikaitkan dengan Aru.

Share Like