Skip to main content

12 Rumpun Etnis di Sumatera

Pulau Sumatera pernah disebut Jawa Kecil dan Bumi Melayu. Sebutan Bumi Melayu ini seakan klop dengan etnis yang mendiami pulau ini yang mayoritas merupakan etnis Melayu. Tetapi, sesungguhnya Sumatera terdiri dari beragam etnis.Ada 12 rumpun etnis di Sumatera.


Rumpun-rumpun Etnis di Sumatera

Rumpun-rumpun etnis si Sumatera tersebut adalah :
  1. Aceh, terletak di bagian paling utara Pulau Sumatera. Berasal dari pesisir Indo Cina, bermigrasi besar-besaran ketika jatuhnya Kerajaan Champa Selatan sekitar abad 16 M. Dari Champa mereka migrasi ke Patani dan kemudian ke Aceh. Orang Champa adalah turunan campuran Melayu dan Mun Khmer yang berhasil menguasai pesisir Indo Cina selama berabad-abad dan menjadi pelabuhan transit utama dari Kepulauan Melayu menuju Cina. Saat ini terbagi atas tiga kelompok besar secara geografis yakni Hainan Selatan (Cina), perbatasan Kamboja Vietnam dan Aceh. Kisruh kerajaan-kerajaan lokal di Aceh yang menghadapi mosi tidak percaya dari rakyatnya terhadap hubungan dengan Portugis, menyebabkan suku bangsa Aceh dengan semangat Pan-Islamismenya, tumbuh menjadi kesultanan besar di Selat Melaka dan berangsur-angsur masyarakat lokal sebelumnya yakni Lamuri, Pedir dan Pasai terserap menjadi etnis Aceh.
  2. Simeule, masyarakat di pulau-pulau di barat Aceh di utara Nias pada awalnya adalah masyarakat Austronesia seperti Nias, namun kemudian dari segi budaya dan bahasa secara berangsur-angsur terserap ke budaya Aceh dan Melayu Aneuk Jamee.Masih ada bahasa yang diperkirakan bahasa asli, yakni Haloban, tetapi  saat ini pun sedang mendekati kepunahan.
  3. Gayo,Alas,Kluet,Karo dan Pakpak,merupakan etnis awal yang mendiami utara Sumatera, saat ini dikategorikan dua, yakni Gayo, Alas dan Kluet sebagai bagian suku Aceh dan Karo Pakpak yang dikategorikan Batak Utara. Orang Pakpak berkemungkinan berkerabat dengan etnis Pedir/Pidie pra-Islam, orang Gayo adalah etnis hulu Pasai, Alas diperkirakan bagian dari masyarakat Pakpak yang migrasi ke utara dan memeluk Islam sementara etnis Karo berkaitan dengan penduduk masa Hindu Perlak.
  4. Simalungun, Batak dan Mandailing,dikategorikan antropolog sebagai Batak Selatan.Etnis Simalungun berorientasi ke timur (Selat Malaka) dan lebih banyak berhubungan dengan etnis Melayu, Karo dan Pakpak sehingga bahasanya kemudian berbeda jauh dengan Batak dan Mandailing. Etnis Mandailing banyak berasimilasi dengan etnis Minang terutama terkait dengan Kerajaan Natal, Air Bangis dan Tambusai. Etnis Batak (Toba,Silindung,Humbang,Samosir) mendapatkan pengaruh dari Kesultanan Barus/Pancur dan Sorkam.Sementara Angkola, Padang Lawas berada di tengah-tengah antara Batak Tapanuli Utara dengan Mandailing.
  5. Nias, merupakan pewaris budaya Austronesia asli di pulau sebelah barat Tapanuli.
  6. Mentawai, merupakan etnis yang tinggal di kepulauan di sebelah barat Sumatera Barat.
  7. Enggano, merupakan etnis yang tinggal di pulau di barat Bengkulu.
  8. Rejang, merupakan etnis yang tinggal di dataran tinggi Bengkulu.
  9. Lampung dan Komering, merupakan etnis yang menyebar mengikuti sungai-sungai yang berhulu di sekitar Danau Ranau, yakni Sungai Komering Sumatera Selatan dan sungai-sungai di Lampung.
  10. Melayu dan Minang, merupakan etnis yang menyebar di seantero pulau Sumatera.
  11. Sekah, merupakan etnis kerabat suku Moken Myanmar yang berasal dari Daik Lingga Riau, tinggal di pulau Bangka.
  12. Lom, merupakan etnis yang diperkirakan melakukan migrasi dari Vietnam ke Bangka sebelum berdirinya kerajaan Sriwijaya.    


Ragam-ragam Orang Melayu dan Minang

Melayu merupakan etnis yang menyebar hampir di seluruh bagian Sumatera. Asal usul orang Melayu diperdebatkan tetapi dengan mitos tunggal dari Bukit Siguntang Palembang. Secara umum ada 5 tempat asal orang-orang Melayu Sumatera :
  1. Pagaruyung, Sumatera Barat.
  2. Pagaralam, Sumatera Selatan.
  3. Malaka, Johor,Riau Lingga.
  4. Kedah/Patani.
  5. Kalimantan.
Klasifikasi orang Melayu dan Minang dari utara ke selatan adalah :
  1. Aneuk Jamee, pesisir barat Aceh.
  2. Tamiang, Aceh Timur.
  3. Langkat, Deli, Serdang, Asahan, Batubara, Labuhan Batu di pesisir Timur Sumatera Utara.
  4. Barus dan Natal di pesisir barat Sumatera Utara.
  5. Minang, Sumatera Barat.
  6. Rokan, Siak, Kampar, Bengkalis, Indragiri, Kuantan, Petalangan, Talang Mamak di Riau.
  7. Kerinci dan Jambi di Jambi.
  8. Muko-Muko, Bengkulu dan Serawai di Bengkulu.
  9. Palembang, Gumai, Semenda, Lintang, Lematang, Ogan, Pasemah, Rawas, Banyuasin di Sumatera Selatan
  10. Bangka dan Belitung di Bangka Belitung
  11. Riau dan Pulau Tujuh di Kepulauan Riau

Melayik Sumatera

Selain di Kalimantan yang ada Dayak Melayik, di Sumatera juga ada rumpun-rumpun Melayik yakni :
  1. Lubu, Tapanuli Selatan, Rokan dan Pasaman.
  2. Bonai, Rokan.
  3. Hutan dan Sakai, Bengkalis.
  4. Talang Mamak, Indragiri Hulu.
  5. Kubu, Indragiri, Jambi, Sumatera Selatan.
  6. Laut di Indragiri Hilir dan Kepulauan Riau

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Kerajaan Batas

Pada saat Portugis menguasai Malaka, ada dua kerajaan yang beribukota Pane, yakni Aru dan Batas. Kerajaan Batas tidak pernah terpublikasi, keduanya selalu dikaitkan dengan Aru.

Share Like