Skip to main content

Suku Campuran Batak dan Minang

Salah satu trit yang ramai dibicarakan di dunia maya (internet) adalah perkawinan campuran Batak dan Minang yang menurutnya sulit terjadi. Benarkah?

Batasan

Terlebih dahulu kita mengabaikan pro-kontra Batak atau tidak Batak dan pro-kontra Minang Melayu, sehingga di dalam tulisan ini yang dimaksud dengan :
  • Batak, etnis-etnis bermarga yang memakai adat manjujur (patrilineal)
  • Minang, etnis-etnis bersuku yang memakai adat semanda(matrilineal)

Sekat Keyakinan Batak dan Minang saat ini

Secara umum, orang Batak merujuk kepada orang Toba yang umumnya memeluk agama Kristen, sementara orang Minang adalah muslim. Rujukan terhadap orang Toba tersebut yang memang mendominasi panggung politik dan militer di Indonesia menyebabkan tidak terperhatikannya pernikahan campuran antara Batak Muslim (sesuai batasan di atas) seperti perkawinan antara orang-orang Mandailing, Muslim Karo, Muslim Pakpak dan Muslim Simalungun dengan etnis Minang yang sebenarnya banyak terjadi, di antaranya tokoh nasional Tifatul Sembiring yang berayah Karo dan ibu Minang.

Mandailing di Pasaman dan Rokan

Tanah Pasaman dan Rokan merupakan pertemuan antara orang-orang Batak (sesuai batasan) dengan orang Minang (sesuai batasan). Di kedua negeri ini, bukan hal yang aneh jika seseorang memiliki marga sekaligus juga memiliki suku. Namun, karena Mandailing di sini pendatang, Mandailing terpaksa mengalah, yakni :
  1. Di tanah Pasaman, orang Mandailing beralih dari adat manjujur ke adat semenda, yakni persukuan atau marga diwariskan melalui jalur ibu
  2. Di tanah Rokan, perkawinan antara Mandailing dengan Melayu, menyebabkan orang Mandailing menjadi Melayu, yakni jika pria Mandailing menikahi wanita Melayu, yang dipakai adalah suku dari wanita Melayu, sebaliknya jika pria Melayu menikahi wanita Mandailing, yang dipakai adalah suku dari pria Melayu
Salah satu produk perkawinan campuran Mandailing Melayu di Rokan adalah Jenderal Edy Natar Nasution, calon wakil gubernur Riau yang berpasangan dengan Syamsuar.

Suku-suku hasil kawin campur Batak dan Minang

Sejarah mencatat, puak Melayu di pantai timur dan barat Sumatera utara merupakan produk kawin campur antara Minang dan Melayu. Puak-puak tersebut adalah :
  1. Suku Mandailing, merupakan satu-satunya etnis campuran Minang dan Batak (sesuai batasan) yang berbahasa Batak
  2. Suku Melayu Singkil, merupakan campuran Minang dengan Pakpak suak Boang
  3. Suku Melayu Barus, merupakan campuran Minang dengan Pakpak suak Klasen dan Batak Humbang dan Silindung
  4. Suku Melayu Air Bangis dan Natal, merupakan campuran Minang dengan Mandailing dan Angkola
  5. Suku Melayu Tamiang, Melayu Langkat dan Melayu Deli merupakan campuran Minang dengan Karo
  6. Suku Melayu Serdang dan Melayu Bedagai merupakan campuran Minang dengan Karo dan Simalungun
  7. Suku Melayu Asahan dan Melayu Batubara merupakan campuran Minang dengan Simalungun
  8. Suku Melayu Kualuh merupakan campuran Minang dengan Batak Uluan dan Batak Samosir
  9. Suku Melayu Bilah, Melayu Panai, Melayu Kota Pinang dan Melayu Rokan merupakan campuran Minang dengan Batak Uluan, Padang Lawas dan Mandailing

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Kerajaan Batas

Pada saat Portugis menguasai Malaka, ada dua kerajaan yang beribukota Pane, yakni Aru dan Batas. Kerajaan Batas tidak pernah terpublikasi, keduanya selalu dikaitkan dengan Aru.

Share Like