Skip to main content

Pusat Peradaban Sumatera dari Masa ke Masa

Sumatera dikenal juga sebagai Pulau Perca dan Tanah Andalas telah mengalami pasang surut pekembangan peradaban.Berbagai tempat silih berganti menjadi pusat peradaban di Sumatera.

Kronologi Peradaban di Sumatera

  1. kira-kira 40.000 kya Peradaban Paleolithic di Nias
  2. kira-kira 10.000 SM Peradaban Mesolithic di Nias, Gayo, Tamiang, Langkat dan Kotabatak Bintan
  3. kira-kira 5.000 SMPeradaban Megalithic di Nias, Mahat (Hulu Kampar/Limapuluh Kota), Pagaralam

Interaksi dengan Luar

  1. Abad 27 - Abad 6 SM Tanah Pun /Bengkulu dengan Mesir : melalui Madagaskar dan Socotra, perdagangan wewangian, gading
  2. 6 SM - 1 M Perdagangan Barus dengan Kottar India
  3. Abad 1 s/d 7 M, Pelabuhan Lamuri, Barus dan Bumijawa Lampung
  4. Abad 7 M, Malayu (Pegunungan) dan Talang Bawang (pantai)
  5. Jalur darat Rokan - Muara Takus (Mahat)(Hulu Kampar), Sinamar (Lima Puluh Kota, Tanah Datar), Palangki (Solok), Batang Hari/Batang Barus (Solok Selatan/Pesisir Selatan), Kerinci, Rejang, Pagar Alam, Ranau, Bumi Jawa terbentuk
  6. Abad 8 M, Kota Palembang dibuka, Pulau Jawa dikuasai, berdiri Kerajaan Medang
  7. Abad 9 -10 M Kadaram menguasai Melayu Tua (Kampar) dan Panai (Batanghari)
  8. Abad 10 M, Cola mendirikan pelabuhan Lobu Tua sebagai transit Barus - Lamuri dan jalur darat baru Kampar - Rokan - Sibuhuan (Padang Lawas) - Uluan - Simalungun - Tanah Karo - Langkat - Tamiang - Perlak
  9. Abad 11 M, Tambralingga menggantikan Cola, dikalahkan Pandya. Lamuri, Perlak, Barus, Haru, Bengkulu, Palembang mandiri
  10. Abad 12 M, Melayu Baru bangkit di Siguntang (Pagaralam/Lematang), menaklukkan Palembang, Bintan, Pagaruyung, Tanjungpura (Kalimantan)
  11. Abad 13 M, Kesultanan Barus, Lamuri, Haru, Perlak dan Samudera Pasai berdiri. Perlak runtuh bergabung dengan Pasai. Pasai mendirikan Tamiang. Pagaruyung tinggal Tigaluhak dan Pariaman. Pagaruyung mengeksplorasi Kuantan, mendirikan Kuantan, Keritang/Reteh/Tungkal, Jambi, Pelalawan dan Siak.
  1. Singapura dan Pasai dijatuhkan Majapahit. Jambi dan Palembang dikuasai Majapahit. Pagaruyung berhasil menang dalam adu kerbau, lahir istilah Minangkabau. Malaka berdiri
  2. Malaka merebut Rokan dari Haru dengan perkawinan. Merebut Tungkal/Indragiri, Kampar/Pelalawan dan Siak dari Pagaruyung.
  3. Lamuri mundur, digantikan Pedir. Pedir mundur digantikan Aceh. Aceh menaklukkan Pasai dan Tamiang.
  4. Indrapura berdiri menaklukkan Kerinci, Rejang, Lampung, Pasaman/Air Bangis, Natal Mandailing, Barus/Pancur Baru (Lobutua), Singkil dan Meulaboh
  5. Pagaruyung masuk Islam. Indrapura, kerajaan-kerajaan Batang Hari (Sungai Pagu, Padang Laweh, Sitiung, Siguntur), Jambi, Palembang kembali mengakui Pagaruyung. Aceh menaklukkan Indrapura dan menguasai Pariaman dan Tiku. Wilayah Pagaruyung kembali mengecil

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Gotra dan Saudara

Sebelum masuknya Islam di Indonesia, masyarakat Sumatera merupakan penganut Hindu yang taat. Salah satu ajaran Hindu yang mengakar yang hari ini masih dilestarikan melalaui suku atau marga. Pernikahan sagotra yang ditabukan agama Hindu, masih dilestarikan dalam bentuk larangan kawin sesuku atau kawin semarga.

Antara Minangkabau dan Melayu

* Sebuah Hipotesis Etnografis * Masyarakat yang mendiami perbatasan Riau dengan Sumatera Barat memiliki budaya yang hampir sama dengan masyarakat Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sama-sama berujung ‘o, ek, eh dan sebagainya yang kalau diperbandingkan persamaan antara bahasa Melayu mereka dengan bahasa Melayu Riau/Johor lebih jauh dibandingkan persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Share Like