Skip to main content

Geo Historis Indragiri Batanghari

Sungai Indragiri merupakan lanjutan dari Batang Kuantan. Tidaklah luar biasa hubungan Indragiri dengan Minangkabau yang berada di hulu Kuantan. Tetapi, bagaimana dengan Tiga Laras dan Barus yang berada di Batang Hari? Inilah baru luar biasa.


Barus, Batang Hari dan Talang


Dalam prasasti yang terkenal di Lobu Tua, Barus, Tapanuli Tengah, terdapat kata-kata Varocana Matankari. Ada yang mengartikan kata-kata itu Barus alias Matankari. Tetapi arti yang benar adalah Barus dan Batang Hari. Keduanya adalah sungai yang berhulu di Gunung Talang, Solok. Bedanya, satu bermuara ke Samudera Hindia, satu lagi ke timur. Daerah ini sudah terkenal lama. Tarusan sebagai muara Batang Barus, telah menjalin hubungan dagang ribuan dengan pelabuhan tua di tanjung India Selatan, Kottar. Kedua pelabuhan tua ini memiliki persamaan, sama-sama memiliki Gunung Kerinci.

Tiga Laras : Siguntur, Sitiung dan Padang Lawas


Dari Danau Di Atas, Batang Hari mengalir melewati Kabupaten Solok, Solok Selatan dan Dharmasyraya. Beragam air dari Gunung Kerinci dan Gunung Talang menyatu. Daerah ini disebut Tiga Laras karena adanya tiga Batang Sungai utama, yakni Batang Hari, Batang Siat dan Batang Piruko.

Pucuk Rantau, Tigalorong, Cenaku, Gangsal, Tungkal dan Indragiri

Siguntur merupakan kerajaan tertua di Tigalaras, sementara Padang Lawas yang termuda. Menariknya, dari Siguntur tidak jauh akan tiba hulu kanan Batang Peranap (Batang Petai). Di sini terdapat Tiga Koto yang disebut tunggal, yakni Pantai Lubuk Ramo yang menjadi muara Batang Cengar yang hulunya dekat dari Lubuk Jambi. Artinya, Pantai Lubuk Ramo adalah negeri yang strategis bagi yang ingin mempersingkat perjalanan dari Batang Kuantan yang berputar-putar melalui Lubuk Jambi atau dari Batang Hari melalui Siguntur.

Pantai Lubuk Ramo dipimpin oleh Datuk Timbang Tail, tokoh yang sebelumnya adalah hakim tertinggi di Tigalaras. Datuk ini, kemudian juga menjadi hakim penengah bagi 9 Koto Mudik dan 9 Koto Hilir Kuantan, meski Pantai Lubuk Ramo berada di aliran Batang Peranap. Ketika Pantai Lubuk Ramo dikuasai Indragiri, Indragiri pun mempercayai jabatan kehakiman yakni Datuk Bendahara kepada Datuk Timbang Tail dari Pantai Lubuk Ramo.

Selain legenda Rajo Kuek Kuaso, Siguntur meninggalkan negeri bernama sama, yakni Gunung Medan di Siguntur dan Koto Medan di Tigalorong. Di Baturijal Peranap dan Koto Medan, masih eksis Suku Bagindo Ratu, gelar dari penguasa Siguntur. Simpang Kiri Batang Peranap merupakan daerah Pucuk Rantau yang hulunya di Padang Lawas. Dua daerah Pucuk Rantau, yakni Muara Petai dan Ibul Sungai Besar pernah masuk ke dalam kerajaan ini.

Menariknya, Padang Lawas dan Tigalorong Peranap memiliki negeri yang memiliki nama yang sama, yakni Baturijal. Peranap merupakan tempat yang ideal untuk menghilir ke timur, tetapi jika mudik, perjalanan dari Kuala Cenaku ke Peranap, bisa memakan seharian. Ada alternatif, mudik melalui Batang Cenaku hingga Batu Papan, kemudian dapat ditempuh perjalanan darat memudiki Sungai Kelawaran ke Muara Petai. Sangat wajarlah kemudian, di hulu Batang Cenaku kemudian ditemukan banyak peninggalan, konon di sini ada batu kapal.

Jika mudik dari pesisir Timur Sumatera ke Kuala Cenaku juga terlalu jauh, dapat dipersingkat melalui Pulau Kijang, ke Keritang melalui Batang Gangsal. Dari sini bisa berjalan darat ke Batang Cenaku. Dari Keritang menuju hulu Batang Tungkal tidak seberapa. Dengan perjalanan darat, waktu bisa dipersingkat. Inilah kenapa Raja Merlung (Hulu Tungkal) menjadi raja Keritang (Batang Gangsal) kemudian menjadi Raja Indragiri di sekitar muara Batang Cenaku dan mendirikan kesultanan muda di Peranap dan menguasai Pucuk Rantau.

Comments

Popular posts from this blog

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Marga Siregar

Suku/marga Siregar merupakan marga yang mendominasi wilayah Angkola, Sipirok dan Padang Lawas. Siregar dipercaya adalah kula Batak varna Ksatria dari JATI CHANDRAWANGSA (Dinasti Bulan) gotra LONTUNG.

Marga Pulungan

Pada prinsipnya ada empat marga di tanah Mandailing. Di antara keempat marga tersebut, marga Pulungan merupakan marga yang pertama mendiami tanah Mandailing, disusul Rangkuti, Lubis dan Nasution.Beberapa kelompok marga lain, yakni Batubara dan Rambe datang lebih belakangan.

Kerajaan Batas

Pada saat Portugis menguasai Malaka, ada dua kerajaan yang beribukota Pane, yakni Aru dan Batas. Kerajaan Batas tidak pernah terpublikasi, keduanya selalu dikaitkan dengan Aru.

Share Like