Monday, September 04, 2017

Marga Sitorus

Marga Sitorus menelurkan orang-orang yang hebat di antaranya Dr. Raja Sutan D.L. Sitorus (pengusaha sekaligus pendiri Partai Peduli Rakyat Nasional) dan H. Khairuddinsyah Sitorus,SE (Bupati Labuhan Batu Utara). Secara etnografis, marga Sitorus merupakan marga Batak. Bagaimana riwayat Marga Sitorus ini?

Arti Kata

Dalam kamus batak, kata torus bermakna sama yakni terus.

Terombo Batak

Menurut Terombo Batak, marga Sitorus merupakan keturunan dari Raja Dori dan Raja Boltok. Keduanya merupakan putra dari Raja Sitorus putra dari Raja Mangatur putra dari Sirasaon putra dari Datu Pejel putra Tuan Sorimangaraja putra Raja Isombaon putra Raja Batak.

Datu Pejel dan Sirasaon

Datu Pejel memiliki kemampuan dalam hadatuon. Dari Pusuk Busit beliau merantau ke Uluan Sibisa, Porsea menghabiskan waktu dengan marultop/bertapa. Di masa tua, memohon kepada debata untuk mendapatkan isteri yang dikabulkan berupa seorang gadis jelmaan dari katak/sibagur bernama Tantan Debata. Anaknya memiliki kulit berlubang-lubang dan kasar seperti kulit katak rasa rasaon sehingga digelar Si Rasaon. Dari pernikahan dengan boru tulangnya di pusuk buhit, isterinya melahirkan 1 balutan (kista) yang tidak dapat dibelah degan benda tajam. Datu Pejel membuang balutan ke hutan.Tantan Debata tidak setuju dan bersumpah “tung na so jadi mardomu tanomanhu tu tanomanmu!” (tidak akan bertemu kuburannya dengan kuburan Datu Pejel).Tantan Debata mencari balutan ke hutan dan menemukannya telah terbelah dua dan ada dua bayi di sana yang dinamai Raja Mardopang. Raja Mardopang dari balutan kiri dinamai Raja Mangatur, Raja Mardopang dari balutan kanan dinamai Raja Marerak.

Tiga Kerajaan Batak

Dalam silsilah Marga Sitorus, tercermin adanya tiga kerajaan batak yang terkait asal usul marga ini yaitu : Kerajaan Hulu, Hilir dan Darat.

Tiga kerajaan tersebut berdasarkan terombo yang beredar :

  1. Kerajaan Hulu (Julu) di Dolok Paromasan, Pangururan Samosir.
  2. Kerajaan Tengah(Banua) di Balige Toba Samosir.
  3. Kerajaan Hilir (Jae) di Sibisa, Ajibata Toba Samosir (wilayah Uluan Porsea).

Marga Sitorus merupakan marga kerajaan di hilir yakni Ajibata yang berbatasan dengan Simalungun.

Namun demikian, tidak ada bukti keberadaan kerajaan-kerajaan hulu, tengah dan hilir ini. Sebaliknya, ada tiga kerajaan yang terkait dengan suku bangsa Batak pada abad ke-16, yang dihubungkan dengan Sultan Ibrahimsyah Chaniago Pasaribu asal Tarusan, yakni :

  1. Kerajaan Hulu (Fansur), merupakan dinasti turunan Batak (Pardosi)
  2. Kerajaan Hilir (Barus), merupakan dinasti turunan Tarusan yang telah dianggap Pasaribu.
  3. Kerajaan Darat (Bakkara), merupakan dinasti asli Batak.

Meskipun dua kerajaan pesisir beragama Islam, sementara kerajaan darat beragama Hindu, hubungan keduanya masih sangat terkait terutama dalam bidang perdagangan. Orang Darat memasarkan produksinya terutama kuda, kayu putih dan membeli kebutuhan impor dari pesisir.

Dinasti Hatorusan asal Tarusan

Dinasti Hatorusan yang berkuasa di Barus Hilir berasal dari Tarusan, Minangkabau, keturunan Raja Pagarruyung, tetapi sejak awal di Barus memakai marga Pasaribu.

Dinasti Hatorusan berdasarkan naskah Sejarah Tuanku Batu Badan sebagai berikut:
1. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu (gelar Raja Hatorusan). Wafat 1610 Masehi.
2. Sultan Yusuf Pasaribu
3. Sultan Adil Pasaribu
4. Tuanku Sultan Pasaribu
5. Sultan Raja Kecil Pasaribu
6. Sultan Emas Pasaribu
7. Sultan Kesyari Pasaribu
8. Sultan Main Alam Pasaribu
9. Sultan Perhimpunan Pasaribu
10. Sultan Marah Laut bin Sultan Main Alam Pasaribu pada tahun 1289 Rabiul Akhir atau tanggal 17 Juni 1872 M, menuliskan kembali Sejarah Tuanku Batu Badan dari sebuah naskah tua peninggalan leluhurnya yang hampir lapuk (Marbun, 2005).

Suku-suku Tarusan dan Marga Sitorus

Salah satu hal menarik adalah kenyataan bahwa Marga Pane merupakan cabang dari marga Sitorus. Sementara itu, suku Panai merupakan salah suku utama dari Sungai Pagu yang melebar ke Pesisir Selatan.

Ekspansi Orang-Orang Tarusan

Sri Sultan Usmansyah gelar Sultan Firmansyah dari Kerajaan Indrapura yang merupakan satu cabang dari kerajaan Pagaruyung memudiki Batang Barus dan mendirikan kerajaan di Taratak Sungai Lundang. Kerajaan tersebut kemudian dikenal sebagai Kerajaan Sungai Nyalo. Sultan Firmansyah digantikan oleh anaknya dari perkawinannya dengan Ranik Jintan, putri Toraja yaitu Arung Maruba dengan gelar Sultan Muhammadsyah. Beliau menikahi kemenakan Datuk Raja Magek yang mewarisi kepemimpinan Suku Caniago, yakni Putri Kabariah yang mewariskan gelar-gelar Mande Rubiah.

Suku Caniago / Pasaribu

Suku Caniago merupakan keturunan dari KASTA MUDALIAR, klan ksatria yang dipercaya menjadi patih/menteri pada Kerajaan Besar Chola di India Selatan. Klan ini mendirikan Serikat Dagang Saribu yang meninggalkan prasasti di LOBU TUA dan LAMURI Aceh. Selain menguasai perdagangan Asia Tenggara, mereka juga menjadi pemimpin pada pelabuhan-pelabuhan penting jajahan Cola, di antarnya PATIH SEWATANG, Pagaruyung, DEMANG KEBAYUNAN Bengkulu, DEMANG LEBAR DAUN Palembang PATIH LAMBU MANGKURAT Banjar.

Setelah tewasnya CANDRABANU dari KEDAH oleh kerajaan PANDYAN dalam usahanya menguasai SRI LANKA, Naga Sakti Muna dari KASTA NAYAR berusaha memulihkan kekuasaannya di Pagaruyung. Datuk Patih mengundang SANG SAPURBA yang berhasil mengalahkan NAGA SAKTI MUNA. SANG SAPURBA adalah pewaris DINASTI COLA yang berusaha bangkit dengan merebut kekuasaan di Asia Tenggara dengan dukungan dari Klan MUDALIAR, pemilik SARIKAT DAGANG SARIBU yang menguasai pelabuhan-pelabuhan di Asia Tenggara.

Gempuran Portugis

SULTAN MUHAMMADSYAH tidak berhasil mempertahankan kekuasaannya di BATANG BARUS akibat gempuran dari Portugis. Masyarakat Tarusan kemudian tercerai berai, ada yang kembali ke darat, tetapi banyak pula yang bermigrasi ke utara, mendirikan negeri-negeri baru di antaranya AIR BANGIS.

Putra Sultan Muhammadsyah, yakni SULTAN IBRAHIMSYAH juga mengungsi ke pesisir Rao, dari sini menuju ke Batang Toru dan naik ke Silindung. Di tanah Batak, Sarikat Dagang Seribu telah diakui sebagai marga Pasaribu dan masih memegang kendali di LOBU TUA. Ibrahimsyah diterima di Bakkara dan menikahi putri raja tetapi gagal mengislamkan. Akhirnya, beliau mendirikan kerajaan sendiri di pesisir Lobu Tua yang kemudian diberi nama sesuai tempat asalnya yakni Barus. Sebaliknya, Barus lama kemudian dikenal sebagai Tarusan.

Kesultanan Barus kemudian menjadi tempat ekspansi warga-warga Pesisir Selatan atau Tarusan. Selain suku Caniago yang diafiliasikan dengan Pasaribu, terdapat beraneka ragam suku yang kemudian disebut orang-orang dari TORUSAN, salah satunya adalah Suku Panai.Suku Panai di Hulu Batanghari/Sungai Pagu merupakan suku pewaris gelar RAJA IBADAT.  Bandar Sepuluh di Pesisir Selatan merupakan wilayah jajahan Sungai Pagu.

Orang Panai

Orang-orang Suku Panai kemudian dari Singkil berjalan ke sungai Silau dan kemudian mendirikan kerajaan dengan ibukota Pane. Mereka kemudian berusaha membuka perdagangan antara Silau dan Samosir Toba. Di antara mereka kemudian ada yang masuk ke Toba, ke Uluan dan kemudian ke Padang Lawas.

Lampiran :

Silsilah Nairasaon:

1. Raja Batak

2.1. Guru Tatea Bulan

2.1.1. Raja Uti

2.1.2. Tuan Saribu Raja

2.1.2.1. Si Raja Lontung (dari Si Boru Pareme) (lihat marga Siregar)

2.1.2.2. Si Raja Babiat(dari isteri harimau, menurunkan marga Bayoangin)

2.1.2.3. Si Raja Borbor (dari Nai Margiring Laut)

2.1.2.3.1. ?

2.1.2.3.1.1. Datu Taladibabana

2.1.2.3.1.1.1. Datu Dalu (Sahangmaima)

2.1.2.3.1.1.1.1.1. Pasaribu

2.1.2.3.1.1.1.1.2. Batubara

2.1.2.3.1.1.1.1.3. Habeahan

2.1.2.3.1.1.1.1.4. Bondar

2.1.2.3.1.1.1.1.5. Gorat

2.1.2.3.1.1.1.2.1. Tinendang

2.1.2.3.1.1.1.2.2. Tangkar

2.1.2.3.1.1.1.3. Matondang

2.1.2.3.1.1.1.4. Saruksuk

2.1.2.3.1.1.1.5. Tarihoran

2.1.2.3.1.1.1.6. Parapat

2.1.2.3.1.1.1.7. Rangkuti

2.1.2.3.1.1.2. Sipahutar (marga Sipahutar)

2.1.2.3.1.1.3. Harahap

2.1.2.3.1.1.4. Tanjung

2.1.2.3.1.1.5. Pulungan

2.1.2.3.1.1.5.1. Lubis

2.1.2.3.1.1.5.2. Hutasuhut

2.1.2.3.1.1.6. Simargolang

2.1.3. Limbong Mulana (marga Limbong)

2.1.4. Sagala Raja (marga Sagala)

2.1.5. Silau Raja

2.1.5.1. Malau

2.1.5.2. Manik

2.1.5.3. Ambarita (Lumban Pea dan Lumban Pining)

2.1.5.4. Gurning

2.1.6. Si Boru Pareme (isteri 2.1.2.)

2.1.7. Si Boru Anting Sabungan/Malela (isteri 2.2.1.)

2.1.8. Si Boru Biding Laut (isteri 2.2.1.)

2.1.9. Si Boru Nan Tinjo

2.2. Raja Isumbaon

2.2.1. Tuan Sorimangaraja

2.2.1.1. Sorba Dijulu (dari Siboru Anting Malela) tinggal di Dolok Paromasan menikah dengan Siboru Anting Bulan

2.2.1.1.1. Simbolon Tua (Dolok Paromasan)

2.2.1.1.1.1. Simbolon

2.2.1.1.1.2. Nahampun

2.2.1.1.2. Tamba Tua (meninggalkan Dolok Paromasan ke Huta Tamba Sitio-tio)

2.2.1.1.2.1. Tamba dan Munthe Tua (Huta Tamba) (sebagian Munthe merantau)

2.2.1.1.2.2. Siallagan (keluar Huta Tamba)

2.2.1.1.2.3. Turnip (keluar Huta Tamba)

2.2.1.1.2.4. Si Opat Ama (Sidabutar, Sijabat, Siadari, Sidabalok) (keluar Huta Tamba)

2.2.1.1.2.5. Rumahorbo, Napitu, Sitio (keluar Huta Tamba)

2.2.1.1.3. Saragi Tua (meninggalkan Huta Tamba Sitio-tio ke Simanindo)

2.2.1.1.4. Pinta Paromasan

2.2.1.2. Sorba Dijae alias Datu Pejel (dari Siboru Biding Laut) di Porsea

2.2.1.2.1. Si Rasaon (dari Tantan Debata, gadis yang diciptakan di Porsea oleh Mulajadi Nabolon dari katak).

2.2.1.2.1.1. Raja Mangatur / Raja Mardopang balutan kiri (menikahi Deak Bintang Harugasan boru Sagala)

2.2.1.2.1.1.1. Raja Toga Sitorus (menikahi Pinta Omas Palangki boru Sagala)

2.2.1.2.1.1.1.1. Pane

2.2.1.2.1.1.1.2. Dori

2.2.1.2.1.1.1.3. Boltok

2.2.1.2.1.1.2. Raja Toga Sirait (menikahi Manotalan boru Limbong)

2.2.1.2.1.1.2.1. Sirait Siahaan

2.2.1.2.1.1.2.2. Sirait Siagian

2.2.1.2.1.1.3. Raja Toga Butar-Butar (menikahi Ragi Oloan boru Sinaga)

2.2.1.2.1.1.3.1. Simananduk

2.2.1.2.1.1.3.2. Simananti

2.2.1.2.1.1.3.3. Hutagorat

2.2.1.2.1.2. Raja Marerak / Raja Mardopang balutan kanan

2.2.1.2.1.2.1. Raja Toga Manurung

2.2.1.2.1.2.1.1. Hutagurgur

2.2.1.2.1.2.1.2. Hutagaol

2.2.1.2.1.2.1.3. Simanoroni

2.2.1.2.1.2.2. Boru Similingling

2.2.1.3. Sorba Dibanua (dari Siboru Sanggul/Haomasan) di Balige

2.2.1.3.1. Sibagot ni Pohan (dari Anting Malela di Lumban Gorat Balige) *) Lobu Parserahan

2.2.1.3.2. Paittua (dari Anting Malela di Lumban Gorat Balige)

2.2.1.3.3. Silahi Sabungan (dari Anting Malela di Lumban Gorat Balige)

2.2.1.3.4. Siraja Oloan (dari Anting Malela di Lumban Gorat Balige)

2.2.1.3.5. Juara/Huta Lima (dari Anting Malela di Lumban Gorat Balige)

2.2.1.3.6.Sobu (dari Siboru Baso Paet di Lumban Gala-gala) *Lobu Gala-gala kaki Dolok Tolong.

2.2.1.3.7.Sumba (dari Siboru Baso Paet di Lumban Gala-gala)

2.2.1.3.8. Pospos ((dari Siboru Baso Paet di Lumban Gala-gala)

2.2.2. Siraja Asi-asi

2.2.3. Sangkar Somalindang

No comments: