Saturday, August 26, 2017

Marga Nasution

Nasution merupakan salah satu marga utama di Mandailing. Merupakan salah satu dari empat marga besar di eks kabupaten Tapanuli Selatan. Ada spekulasi bahwa hanya Siregar yang asli eksodus dari tanah Batak. Sementara Lubis merupakan campuran dengan etnis Lubu, Harahap dari etnis Ulu. Rangkuti, Parinduri dan Mardia dari Minangkabau. Bagaimana riwayatnya etnografis Nasution?

Menurut Parlindungan

Dibalik pro kontra bukunya, Parlindungan memberikan riwayat yang cukup logis tentang marga Nasution.

Orang-orang Nasution menurutnya bukanlah berketurunan Batak, meskipun mereka suka rela mengadopsi adat dan bahasa Batak.Sebelum Marga Lubis dan Harahap migrasi ke daerah Toba dan Mandailing, di Natal dan Singkuang telah ada populasi campuran berbahasa Minangkabau dialek pesisir. Mereka adalah campuran dari bangsa Persia, Arab, India, Tiongkok, Aceh, Minangkabau, Bugis dan sebagainya.

Masuknya marga Lubis dari tanah Toba yang membakar habis hutan-hutan di pedalaman membuat mereka terkejut.Mereka bergerak menaiki Batang Gadis untuk membendung bencana. Sebagian besar mereka kemudian berdiam menjadi petani di daerah yang sudah dilewati Marga Lubis tetapi belum didatangi Marga Harahap. Orang-orang campuran ini jumlahnya bukan sedikit, mereka justru lebih besar daripada pendatang baru Marga Lubis dan Harahap. Seandainya saja mereka mau, elemen Bugis dalam kelompok campuran ini mudah saja membabat habis dengan pedang orang-orang Marga Lubis dan Marga Harahap ini.

Tetapi, mereka adalah keturunan pedagang. Mereka melihat potensi dagang dari orang-orang yang datang di Mandailing dan Angkola ini. Mereka harus diperlakukan dengan baik, meskipun perlu menegaskan dengan pedang kepada Marga Lubis untuk menghentikan pembakaran hutan. Mereka mengawini wanita-wanita dari marga Lubis dan Harahap. Dalam rangka perkawinan tersebut, pemuka Harahap meminta Upacara Magupa atau Upacara Mandok Hata.Kelompok campuran ini terpaksa belajar adat batak. Gurunya adalah Datu Nasangti Si Bagot Ni Pohan. Datu Nasangti kemudian menjadi pemimpin Marga baru tersebut, menikahi gadis Lubis, dan dengan biaya orang-orang campuran tersebut mengadakan upacara penyembelihan 7 kerbau.Diundang pemuka Lubis dari Mandailing Selatan dan pemuka Harahap dari Angkola,dipukul canang untuk pembentukan marga baru ini yang mengambil nama dari gelarnya : Nasution.Elemen terbesar dari marga ini adalah Bugis, elemen Tionghoa kemudian bertambah dengan mendaratnya Laksamana Haji Sam Po Bo (Ceng Ho) di Singkuang, muara Batang Gadis pada tahun 1416. Datu Nasangti, yang merupakan satu-satunya elemen Batak dalam Marga baru ini, berkampung di Hutapungkut, merupakan nenek moyang dari Mampe Nasution.

Tetapi, tidak semua orang campuran mau menerima adat Batak. Terutama orang Minangkabau. Mereka tetap menggunakan adat tersebut dan tinggal menjadi Orang Pasisir. Salah satunya, Sutan Syahrir.

Marga bukan keturunan batak lain di Mandailing

Selain Nasution, ada beberapa marga lain yang bukan keturunan batak di Mandailing, di antaranya Rangkuti. Mereka adalah pengungsi dari Pagaruyung saat Raja memeluk agama Islam pada tahun 1581.

No comments: